Berita

Politik

Ambang Batas Presiden Bisa Munculkan 4 Pasangan Capres

MINGGU, 30 JULI 2017 | 19:31 WIB | LAPORAN:

Ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20-25 persen diyakini tak akan menyebabkan calon tunggal dalam Pilpres 2019.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai bahwa calon dalam Pilpres 2019 bisa  memungkinkan hingga empat pasangan calon jika beberapa parpol melakukan koalisi.

"Menurut saya kalau ada asumsi ambang batas kemarin akan memicu calon tunggal, tidak juga," ujar Ace dalam diskusi di D'Hotel, Jakarta, Minggu (30/7).


Anggota Komisi II DPR itu menjelaskan, Pilpres 2019 bisa mencapai empat pasang jika Golkar, Nasdem, dan PPP berkoalisi mencalonkan Jokowi. Kemudian PDIP dan Hanura mengusung satu calon, kemudian koalisi antara PKB, PAN, dan Demokrat. Dan Gerindra berkoalisi dengan PKS.

"Kalau di kubu Gerindra dan PKS bersatu katakanlah memang kursinya menjadi 20,18 persen. Kalau mereka mau mengusung Pak Prabowo sebagai presiden, saya rasa cukup," timpalnya.

"Waktu kemarin kita diserang bahwa ada upaya untuk melanggengkan calon tunggal dalam proses ambang batas 20 persen, saya rasa tidak beralasan. Karena PKS dan Gerindra bersatu saja menjadi satu koalisi itu sudah cukup untuk mencalonkan satu presiden," tambah Ace.

Mengenai siapa tokoh yang akan diusung, menurut Ace, publik masih harus menunggu. Namun yang pasti, ia menyampaikan bahwa siapa pun tokoh yang akan diusung koalisi tentu memiliki kepentingan politik.

"Di tingkat pendukung Jokowi, masih sepakat Pak Jokowi ini sudah pasti. Tapi wakilnya ini yang pasti akan menjadi negosiasi panjang. Menurut saya membaca Pilpres 2019 masih sangat jauh, masih memungkinkan adanya perubahan politik," pungkasnya.

Ambang batas pencalonan presiden 20-25 persen diresmikan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada 20 Juli lalu dalam Sidang Paripurna Pengesahan RUU Pemilu. Pengesahan UU tersebut sempat diwarnai oleh aksi walk out dari empat Partai seperti PAN, PKS, Demokrat dan juga Gerindra. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya