Berita

Politik

Golkar Nilai Dinamika Pilpres Masih Cair Pasca Pertemuan SBY-Prabowo

MINGGU, 30 JULI 2017 | 15:50 WIB | LAPORAN:

Hiruk pikuk pencalonan presiden 2019 diperkirakan akan mulai ramai pada pertengahan 2018 mendatang. Tepatnya, pasca pemilihan kepala daerah serentak dilakukan di seluruh Indonesia.

Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan bahwa kebanyakan partai politik akan lebih dulu fokus pada persiapan Pilkada Serentak sebelum akhirnya mengusung calon pada pilpres 2019.

"Menurut saya mungkin sekitar pertengahan 2018 konfigurasi tentang siapa mencalonkan siapa, lalu pasangannya seperti apa. Itu akan terlihat pertengahan 2018 nanti," ujarnya saat diskusi di Hotel D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta, Minggu (30/7).


Ia menilai dalam satu tahun ini dinamika politik akan sangat tinggi. Tidak heran jika kemudian pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhono (SBY) dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Kamis (27/7) lalu dianggap publik sebagai awal pembentukan suatu koalisi di Pilpres 2019.

Menurut Ace, pertemuan antara keduanya terlihat sebagai sebuah komunikasi awal yang cukup baik. Tetapi tidak bisa disimpulkan pertemuan tersebut sebuah upaya untuk koalisi jelang pilpres 2019.

"Kalau kita lihat proses kemarin, rekam jejak Prabowo dan SBY, keduanya kita tahu tidak pernah ketemu. Dan kemarin ketemu memang surprise. Tapi belum ada sesuatu yang maju dari pertemuan itu," imbuhnya.

Ia menegaskan, konfigurasi pilpres 2019 masih sangat jauh. Elit politik akan lebih dulu tersita untuk mempersiapkan Pilkada 2018. Karena asumsinya jika perolehan parpol dalam pilkada serentak baik, maka secara elektoral itu akan berdampak positif pula untuk Pilpres 2019.

"Oleh karena itu dalam pandangan saya proses politik saat ini masih sangat cair," tuturnya. [ian]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya