Berita

Politik

AHY: Kehancuran Demokrasi Berawal Dari Fitnah dan Hoax

SABTU, 29 JULI 2017 | 22:10 WIB | LAPORAN:

Agus Harimurti Yudhoyono mendapat pengalaman berharga saat dirinya menjadi salah satu kandidat dalam Pilkada DKI Jakarta pada Februari 2017 lalu.

Direktur Eksekutif Yudhoyono Institut ini menjelaskan, sepanjang proses pemilihan Pilkada DKI Jakarta, dia merasakan kerasnya alam kompetisi perhelatan demokrasi lima tahunan itu. Namun Agus menepis anggapan bahwa dalam meraih kekuasaan semua cara diperbolehkan.

"Pendapat seperti itu sangat berbahaya, apalagi menjadi norma baru di dalam kehidupan demokrasi dan perpolitikan di negri ini selanjutnya," jelasnya dalam acara Malam Budaya Manusia Bintang di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Sabtu (29/7).


Agus menilai, dari pengalamannya tersebut, dia meyakini, sekeras-kerasnya dunia politik kita masih bisa memilih cara-cara yang baik. Seperti cara-cara yang menjunjung tinggi hukum, etika dan nilai-nilai kemanusiaan.

"Kehancuran demokrasi kita berawal dari sebuah mentalitas untuk menghalalkan segala cara. Ini berbahaya, karena mentalitas seperti itu akan sangat mudah melukai tujuan utama kita berdemokrasi," ujarnya.

Agus menambahkan, praktik menghalalkan segala cara dalam berpolitik tentu, tidak hanya terjadi di Pilkada DKI Jakarta saja. Di berbagai wilayah lain juga demikian. Masyarakat juga menyaksikan praktik yang jauh dari nilai-nilai demokrasi Pancasila bahkan merusak persatuan bangsa. Salah satu yang paling menonjol adalah praktik menyebarkan fitnah, dan kampanye hitam.

"Itu memang konsekuensi dan realitas dari kehidupan demokrasi dan politik kita hari ini, keputusan untuk mesuk ke gelanggang politik, harus memiliki keberanian untuk dapat menghadapi realitas tersebut. Tapi apakah itu demokrasi dan politik yang kita tuju. Tentu tidak, tentu jauh dari itu. Praktik menyebar fitnah dan hoax ini bukan termasuk dalam kebebasan berpendapat. Bebas bukan berarti bablas dan tanpa batas," pungkasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya