Berita

Politik

Mbak Rachma: Demokrasi Liberal Sudah Mengarah Otoriterisme Anti Kritik

SABTU, 29 JULI 2017 | 19:59 WIB | LAPORAN:

Amandemen terhadap UUD 1945 yang bersifat liberal kapitalistik telah melanggengkan penggunaan kekuasaan atas pemerintah yang berkuasa saat ini.

Demikian disampaikan tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri menanggapi bantahan Presiden Joko Widodo soal tudingan abuse of power dengan dalih telah menjalankan demokrasi Pancasila.   

"Derivat demokrasi yang ada adalah demokrasi liberal, dan sudah mengarah otoriterisme anti kritik. Buktinya semua yang bertentangan dengan penguasa dikriminalisasi, bahkan dicap makar dan pembunuhan karakter," jelasnya kepada redaksi, Sabtu (29/7).


Menurutnya, rakyat Indonesia sudah tahu akan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan pemerintah, hanya saja tidak berani menyatakan pendapat secara terbuka. Salah satunya soal pengesahan RUU Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang terkesan dipaksakan sehingga menguntungkan pihak-pihak dengan kepentingan tertentu.

"Belajar dari sejarah, mirip ketika kapitalisme sedang sekarat yang timbul kediktatoran. Seperti aksi polisionil Gestapo Nazi. Aktivis anti Nazi ditangkapi," beber Mbak Rachma, sapaan akrabnya.

Pendiri Partai Pelopor itu mengaku prihatin atas terus meningkatnya utang uar negeri Indonesia yang kini mencapai lebih dari Rp 4.000 triliun. Ditambah lagi, defisit dalam APBN yang sudah mencapai 50 persen hingg utang Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) akibat dikorupsi pengusaha nakal mencapai di atas Rp 700 triliun.

"Semua tergantung impor dan bantuan asing. Rakyat kecil dikenai pajak. Ini era kapitalismus im niedergang," tegas Mbak Rachma. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya