Berita

Politik

Pengamat: Duet Prabowo-AHY Hampir Mustahil

SABTU, 29 JULI 2017 | 15:53 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan internal Kamis lalu (27/7). Kedua tokoh nasional itu disebut-sebut tengah menjajaki kemungkinan berkoalisi di Pemilu 2019 nanti.

Peneliti politik dari Indo Survey & Strategy Herman Dirgantara menjelaskan, pertemuan Prabowo-SBY untuk merespons sejumlah isu politik yang berkembang. Termasuk seputar UU Pemilu yang baru saja diparipurnakan. Namun, bukan tidak mungkin pertemuan merupakan penjajakan bergabungnya koalisi antara poros Gerindra-Partai Keadilan Sejahtera dan poros Demokrat-Partai Amanat Nasional.

Menurutnya, pertemuan dua tokoh tersebut sebagai dinamika yang positif. Pertemuan yang dilakukan tidak lepas dari tiga momentum politik Tanah Air yang sedang terjadi.


"Sekalipun PAN saat ini mendukung pemerintah namun bisa dikatakan pertemuan mencoba untuk menjajaki duet poros Gerindra-PKS dan poros Demokrat-PAN. Dan, pertemuan itu tidak bisa lepas dari pengaruh tiga momentum yang terjadi di Tanah Air yakni polemik Perppu Ormas, dinamika UU Pemilu dan persiapan hajatan politik di 2018 serta 2019," jelasnya kepada wartawan, Sabtu (29/7).

Meski demikian, Herman menilai bahwa poros koalisi tersebut sangat sulit terwujud jika Prabowo dipaksakan berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan putera sulung SBY. Dikarenakan keduanya sama-sama ngotot menjadi calon presiden. Menurutnya, poros Gerindra-PKS dan poros Demokrat-PAN lebih mungkin berduet jika salah satu di antara Prabowo dan AHY tidak diusung.

"Saya kira Prabowo mustahil jadi cawapres, begitu pula AHY. Memang ada yang mau ngalah. Hampir mustahil komposisi Prabowo-AHY terwujud, apalagi kalau AHY-Prabowo. Keduanya kan juga sama-sama militer. Kalau mau, saya kira sudah harus mulai didorong tokoh alternatif dari dua poros itu," jelas Herman. [wah] 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya