Berita

Politik

Roem Kono: Dalam Politik, Golkar Selalu Berpegang Teguh Pada Demokrasi Pancasila

SABTU, 29 JULI 2017 | 12:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Jika semua elemen bangsa berpegang teguh pada Pancasila, maka dinamika politik yang dilakukan oleh para elit dan tokoh bangsa selalu untuk kebersamaan, kesejahteraan, kedamaian, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Begitu kata Ketua Umum DPP Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Roem Kono dalam acara Halal Bihalal keluarga besar MKGR 'Merajut kembali semangat gotong royong yang berjiwa Pancasila sebagai perekat bangsa' di Jakarta, pada Jumat malam (28/7).

"Jadi bukan untuk kepentingan politik golongan dan pribadi," ujar wakil ketua Komisi IV DPR itu,


Dijelaskan Roem Kono bahwa saat ini orang mudah mengaku Pancasilais. Meski di satu sisi, perilaku orang tersebut tidak mencerminkan nilai-nlai luhur Pancasila itu sendiri.

"Jadi, MKGR harus komitmen dan terus mempelopori jiwa dan semangat gotong royong berjiwa Pancasila, demi kesejahteraan, persatuan dan kesatuan bangsa," tambahnya.

MKGR dan Golkar, lanjut Roem Kono, memiliki sejarah panjang dalam pendirian Republik Indonesia ini. Sehingga, tidak mungkin kader Golkar di seluruh Indonesia mencederai Pancasila sebagai ideologi negara.

"Ingat Golkar dalam berpolitik selalu berpegang teguh kepada demokrasi Pancasila," jelasnya.

Lebih lanjut, Roem Kono meminta seleuruh elemen bangsa dalam berdemokrasi harus tetap menjunjung tinggi Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

"Itulah pilar-pilar negara yang menjadi pegangan MKGR dan Golkar dalam berpolitik. Yaitu, politik kebangsaan. Bukan untuk kepentingan kelompok dan golongan," ungkapnya.‎

Roem Kono juga menegaskan bahwa MKGR akan selalu mendukung pemerintah dalam setiap upaya mensejahterakan rakyat. MKGR akan mengkritik pemerintah jika dirasa kebijakan yang diambil tidak pro rakyat.

"MKGR akan selalu bersama rakyat dan memastikan kesejahteraan rakyat," tutupnya.

Turur hadir dalam acara ini politisi senior Partai Golkar H. Irsyad Sudiro, Sekjen MKGR Adies Kadir, mantan Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Zainal Bintang, Cicip Sutardjo, Yahya Zaini, Abdullah Puteh, Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, Anggota DPR Meutia Hafiz, dan sejumlah kader lainnya. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya