Berita

Jokowi/Net

Politik

POLEMIK PRESIDENTIAL THRESHOLD

Demokrat: Pernyataan Presiden Jokowi Sungguh Menggelikan

SABTU, 29 JULI 2017 | 08:27 WIB | LAPORAN:

. Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR, Didik Mukrianto menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai ambang batas pencalonan presiden alias presidential threshold.

Menurut dia, pernyataan Jokowi merupakan sebuah pernyataan yang pada dasarnya menyederhanakan persoalan yang berbeda normanya dengan logika dan nalar yang sangat subyektif dan tidak rasional.

"Sungguh menggelikan apa yang disampaikan Pak Jokowi terkait penetapan presidential threshold dalam UU Penyelenggaraan Pemilu," ujar Didik dalam siaran persnya, Sabtu (29/7).


Jokowi mempertanyakan partai-partai yang menolak presidential threshold untuk Pemilu 2019, tapi tidak mempermasalahkan pada Pemilu 2009 dan Pemilu 2014.

Menurut Didik, penetapan presidential threshold dalam Pemilu 2009 dan Pemilu 2014 dengan Pemilu 2019 sangat berbeda standing norma, logika dan implikasi struktur politik yang melandasinya.

"Akal dan nalar sehat, sangat jelas dapat menjelaskan, bagaimana menetapkan presidential threshold di kala Pileg dan Pilpres dilakukan serentak," tegasnya.

Hasil Pileg 2014, lanjut Didik, sudah kehilangan legitimasinya dijadikan dasar penetapan presidential trheshold pada Pilpres 2019. Selain sudah dijadikan dasar pada Pilpres 2014, sudah barang tentu penggunaan presidential trheshold bisa menistakan siklus kepemimpinan nasional.

Dengan melandaskan Pilpres 2019 kepada hasil Pileg 2014 memberikan makna bahwa siklus kepemimpinan nasional yang selama ini dalam ketatanegaraan dan konstitusi kita selama lima tahun, akan bisa begeser kepada siklus 10 tahun.

"Tentu kalau ini yang terjadi maka akan melanggar konstitusi kita," tandasnya.

Sebelumnya Jokowi juga mengatakan bahwa UU Pemilu merupakan produk dari DPR, bukan pemerintah.

"Betul yang disampaikan Pak Jokowi bahwa UU adalah produk di DPR, tapi sepertinya beliau lupa bahwa sesuai dengan konstitusi kewenangan membuat UU dilakukan oleh DPR bersama-sama Pemerintah. Belum lagi publik harus mengetahui bahwa RUU Penyelenggaraan Pemilu adalah inisiatif Pemerintah. Dan dalam pembahasan pemerintahlah yang sejak awal kekeuh menginginkan presidential threshold 20-25 persen," sesalnya.

Atas dasar itulah, lanjut Didik, pasca penetapan presidential rhreshold 20-25 persen, Partai Demokrat merasa perlu menegakkan mandatory konstitusi tersebut sebagai bagian check and balances pelaksanaan dan kinerja pemerintah dalam konteks pengelolaan negara yang berbasis good and clean governance agar tetap berjalan pada jalan yang benar serta tidak melanggar konstitusi.

"Sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara tidak perlu kebakaran jenggot dengan subyektifitasnya. Sebagai presiden, sudah seharusnya Jokowi bisa memberikan pembelajaran dan legacy yang baik, cerdas dan punya nilai edukatif apabila ingin menjadi negarawan," pungkasnya. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya