Berita

Politik

PDIP Gelar Wayang Kulit Dengan Lakon Perjuangan Pemuda Pemberani

JUMAT, 28 JULI 2017 | 23:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam rangka memperingati Tragedi 27 Juli 1996, PDI Perjuangan menggelar wayang kulit dengan lakon Abimanyu Ranjam oleh Ki Dalang Warseno Slank, di Lapangan Parkir Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jumat malam (28/7).

Lakon ini menggambarkan perjuangan anak muda yang gagah berani dalam memperjuangkan kebenaran, merujuk perjuangan Abimanyu sebagai Panglima Perang Pandawa melawan keangkaramurkaan Kurawa dalam Perang Baratayudha.

Hadir dalam pagelaran tersebut antara lain Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, serta  Ketua DPP PDI Perjuangan Nusyirwan Soedjono.


"Lakon Abimanyu Ranjam ini sangat cocok dalam konteks memperingati Tragedi 27 Juli. Ini menggambarkan seorang pemuda yang gagah berani dalam perjuangan. Sebagai pemuda yang menjadi Senopati Pandawa, Abimanyu tidak menghiraukan keselamatan nyawanya demi perjuangan yang diyakini benar," kata Mendagri Tjahjo Kumolo, di sela acara nonton wayang.

Dalam lakon ini, kata Tjahjo, ada nilai yang menjadi inspirasi perjuangan bagi generasi muda. Yang bisa dicontoh dan menjadi inspirasi dari sosok Abimanyu, adalah konsistensinya dalam membela kebenaran dan keberaniannya untuk membawa harum negaranya. Meski dengan perjuangan yang penuh lika-liku dan penuh tipu muslihat yang diperankan oleh Kurawa, sebagaimana dilakukan Sangkuni dan Dorna, tetapi Abimanyu tetap konsisten dan berani. Meskipun pada akhirnya nyawa yang menjadi taruhannya.

"Dan apa yang diperankan Abimanyu sebagai panglima telah mampu membangkitkan suasana pembelaan, sehingga ada kebangkitan dari Arjuna dan juga totalitas Batara Kresna dalam upayanya membela kebenaran," terangnya.

Selain inspiratif dari sisi keberanian dan konsistensi pemuda dalam perjuangan, lakon ini juga menggambarkan bagaimana dedikasi yang harus diberikan dalam membela kebenaran dan membela tanah air.

"Artinya, penting bagi pemuda para generasi bangsa untuk mendedikasikan diri dan loyalitas dalam sebuah proses apapun. Baik dalam tata kelola pemerintahan, kepartaian itu untuk eksis diperlukan anak muda seperti Abimanyu," ujarnya.

Dalam konteks Tragedi 27 Juli, tentu ada kesamaan dari sisi semangat dan keberanian anak muda saat itu dalam menyuarakan kebenaran.

Dan ending dari lakon Abimanyu Ranjam, lanjut Tjahjo, adalah lahirnya raja besar Kerajaan Hastinapura yakni Parikesit, yang menjadi raja tersohor dan dikenal karena kepemimpinannya yang adil sehingga rakyatnya sejahtera. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya