Berita

Politik

PKS: Pembubaran HTI Jangan Melebar Hingga Over Kriminalisasi

KAMIS, 27 JULI 2017 | 09:00 WIB | LAPORAN:

Politisi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi menyayangkan adanya upaya pemberian hukuman yang berlebihan kepada anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Terlebih, HTI secara resmi sudah dibubarkan oleh Menteri Hukum dan HAM berdasarkan Perppu 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

"Saya rasa tidak tepat jika sekarang ada rencana mendata HTI yang PNS dan meminta mereka untuk mundur, ada juga yang minta mundur dari dosen, dan bahkan bantuan untuk Kwarnas Pramuka juga dipending lantaran ketuanya pernah datang ke acara HTI. Ini sebenarnya aneh, organisasinya saja sudah dibubarkan, mana mungkin masih ada anggota HTI,” sesal pria yang akrab disapa Habib ini dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilaksanakan di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel, Rabu (26/7).

Menurutnya, pembubaran yang dilakukan pemerintah sudah cukup untuk anggota HTI dan tidak perlu diperlebar hingga menjurus ke over kriminalisasi anggota HTI.


"Ini kan sudah cukup, jangan melebar kemana mana. Akibatnya mereka mendapatkan penghukuman yang lebih, bisa disebut mereka mendapatkan over kriminalisasi. Karena sanksi-sanksi yang diberikan itu tidak ada di Perpu,” sambung anggota Komisi III DPR RI itu.

Namun begitu, Habib menjelaskan bahwa pernyataan ini bukan berarti dirinya dan PKS anti dengan NKRI dan Pancasila. Tapi sebatas mengingatkan bahwa dalam bernegara ada aturan dan konstitusi, sehingga tidak boleh melakukan over kriminalisasi kepada seseorang atau oraganisasi.

"Kita ini negara hukum," tegasnya. [ian]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya