Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Gerindra: Kondisi APBN 2017 Sangat Mengkhawatirkan

RABU, 26 JULI 2017 | 22:21 WIB | LAPORAN:

Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 dinilai mengkhawatirkan. Hal itu lantaran pemerintah sendiri juga tidak yakin dengan target pendapatan mereka tetapkan sendiri.

Ketua Umum PP Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra, Moh Nizar Zahro menjelaskan, hal itu terbukti pada RAPBNP 2017. DPR mengajukan Rp 2.111,4 triliun, pemerintah malah mengajukan outlook RAPBNP 2017 menjadi Rp 2.077,0 triliun.

"Baru pertama dalam sejarah, pemerintah mengajukan rencana belanja negara namun pemerintah sendiri tak yakin dengan yang diajukan," kata katanya dalam seminar yang diadakan PP Satria bertajuk "APBNP 2017: Akankan Berujung Impeachment?" di kawasan Kramat Pela Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (26/7).


Belanja negara dalam outlook RAPBNP 2017 turun Rp 3,5 triliun menjadi sebesar Rp  2.077,0 triliun dari target APBN 2017 sebesar Rp 2.080,5 triliun. Meskipun belanja negara turun, tetap saja terjadi pelebaran defisit Rp 32,7 triliun menjadi sebesar Rp 362,9 triliun atau sebesar 2,67 PDB dari target defisit APBN 2017 sebesar Rp 330,2 triliun atau 2,41 persen PDB.

"Itu terjadi karena target Pendapatan Negara turun Rp 36,2 triliun," imbuh Nizar.

Politisi Partai Gerindra ini berharap, angka defisit bisa tetap dijaga di bawah 3 persen dari PDB. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah mengkaji ulang penambahan utang.

Hal itu dilakukan karena tingkat penyerapan anggaran nasional masih di bawah 40 persen. Sebaliknya, pos anggaran yang tidak efektif dan yang susah diserap harus direlokasi untuk menutup defisit anggaran.

"Kami berharap defisit anggaran tidak melebihi tiga persen PDB, karena jika itu terjadi maka pemerintah telah melanggar UU Nomor 17 Tahun 2013 Tentang Keuangan Negara, dan (presiden) bisa diimpeachment," pungkas politikus asal Madura ini.

Hadir sebagai pembicara di forum itu ekonom Dr Fuad Bawazier dan Ketua Badan Kajian Strategis DPP Partai Gerindra Yusuf AR. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya