Berita

Net

Politik

Poros Ini Diprediksi Bikin Pertarungan 2019 Lebih Seru

RABU, 26 JULI 2017 | 18:21 WIB | LAPORAN:

Poros koalisi yang dibentuk Partai Demokrat bersama Partai Gerindra dengan menggandeng Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapat membuat pertarungan seru di Pilpres 2019.

Pengamat politik Ujang Komarudin memprediksi bahwa pembentukan koalisi atau poros kekuatan tersebut akan membangun keseimbangan perpolitikan Indonesia nantinya.

"Poros itu membangun keseimbangan politik. Jika bangsa ini mau maju maka harus ada check and balances," katanya kepada redaksi, Rabu (26/7).
 

 
Menurut pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia itu, terbentuknya poros yang bisa dikatakan seimbang dengan partai koalisi pemerintah saat ini sangat penting, karena itu adalah bentuk dari demokrasi. Jika tidak ada kekuatan penyeimbang maka tidak ada istilah kompetisi demokrasi yang selama ini dicita-citakan bersama.

"Sehingga, perpolitikan Indonesia tidak didominasi oleh partai atau kelompok tertentu," kata Ujang.

Dia menengarai, pada Pilpres 2019 nanti partai koalisi pemerintah terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa dengan lawannya Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Demokrat.

"Atau mungkin nanti PAN keluar dari koalisi pemerintah, itu akan lebih seru lagi," ujar Ujang.

Dia juga mengakui bahwa melawan incumbent memanglah berat, tetapi bukan tidak mungkin sang incumbent bisa kalah.

"Tapi di politik tidak ada yang tidak mungkin, kuat atau tidaknya tergantung dinamika politik yang berkembang nanti. Yang jelas pertarungan akan seru," tegas Ujang yang juga direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR). [wah]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya