Berita

Foto: Istimewa

Politik

Cak Imin: Pemerintah, Tolong Cabut Kebijakan yang Menyengsarakan Petani

SELASA, 25 JULI 2017 | 19:48 WIB | LAPORAN:

Titik terang pembatalan PPN 10 persen yang dibebankan kepada petani tebu, disambut gembira oleh para petani.

Para petani yang tergabung dalam Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR) bahkan menggelar halal bihalal sekaligus syukuran di Gedung Serba Guna, PG Krebet, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Selasa (25/7).

Ada sekitar 10 ribu petani tebu di seluruh Kabupaten Malang berkumpul di acara yang juga dimanfaatkan untuk rembuk petani tebu Nusantara itu.


Dalam kesempatan itu, mereka juga menyambut kedatangan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Cak Imin menjadi fasilitator para petani dengan Direktorat Jenderal Pajak terkait kebijakan PPN 10 persen yang dianggap merugikan petani.

Cak Imin dalam acara tersebut menyampaikan akan berikhtiar maksimal dicabutnya kebijakan yang merugikan petani, khususnya petani tebu yang dirundung masalah.

"Ikhtiar kita maksimalkan, salah satunya dengan menyampaikan pesan kepada pemerintah khususnya Dirjen Pajak, tolong cabut kebijakan yang sengsarakan petani, khususnya petani tebu dengan adanya PPN 10 persen," tegas Cak Imin.

Saifullah yusuf selaku wakil gubernur Jawa Timur yang ikut hadir ikut mendukung langkah Cak Imin.

Sebagai bentuk dukungannya , politisi yang akrab disapa Gus Ipul itu membacakan surat gubernur agar PPN 10 persen tersebut dicabut.

Anggota Fraksi PKB DPR RI dapil Malang Raya Hj. lathifah Shohib yang ikut hadir dalam acara mengakui keberpihakan Cak Imin bagi petani tebu sangat dirasakan dan perlu di dukung. Apalagi di tengah persoalan ekonomi petani tebu yang masih jauh dari sejahtera. 

"Cak Imin lah yang mengawal sejak awal. Bahkan beliau berani pasang badan bagi perjuangan petani tebu. Beliau berjasa bagi perjuangan petani tebu, ini tentu perlu diapresiasi ," kata Hj.Lathifah Shohib. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya