Berita

Jokowi/Net

Politik

Hindari Polemik Permen, Jokowi Perlu Duduk Bareng Menteri Dan Investor

SELASA, 25 JULI 2017 | 11:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penerbitan peraturan menteri (permen) di dua kementerian mendapat teguran dari Presiden Joko Widodo saat Sidang Kabinet Paripurna, kemarin.

Penerbitan permen di Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ditegur lantaran dinilai mendapat respon yang tidak baik dari investor karena dianggap menghambat investasi.

Menanggapi teguran tersebut, pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengatakan bahwa teguran itu kurang bijak dilakukan Jokowi. Emrus menyangsikan bahwa Jokowi sudah sepenuhnya membaca permen yang dikeluhkan oleh para investor tersebut.


"Permen itu sudah dibaca atau belum oleh presiden kita belum bisa pastikan. Kemungkinan beliau dapat info dari investor secara sepihak. Ini kan harus dijelaskan permen berpa, pasal yang mana, keluhannya apa," jelas Emrus.

Singkatnya, Emrus menilai bahwa Jokowi perlu melakukan diskusi terlebih dahulu dengan investor dan menteri terkait dalam satu meja. Sehingga, teguran itu bisa dipahami dan tidak hanya menguntungkan investor semata.

"Karena kita tahu kan kalau permen itu dibuat komprehensif, termasuk memperhatikan faktor lingkungan. Sementara investor sebagai komunikan Jokowi, pesan komunikasi yang disampaikannya sangat tergantung pada posisinya," jelas Emrus.

"Jadi jangan masukan investor langsung diumumkan di kabinet," tutupnya. [ian]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya