Berita

Setya Novanto/RM

Politik

Novanto Tersangka, Komisi II Desak Pimpinan DPR Lakukan Recovery

KAMIS, 20 JULI 2017 | 05:43 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy menilai, penetapan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka e-KTP oleh KPK dapat membawa pengaruh besar pada citra DPR. Karenanya, ia meminta pimpinan DPR untuk melakulan sejumlah langkah pemulihan citra.

"Pimpinan DPR harus melakukan recovery secara cepat untuk menimbulkan image baik. Mereka bersifat kolektif kolegial, harus memiliki langkah strategis untuk memulihkan citra DPR,” kata politisi senior PKB ini, kemarin (Rabu, 19/7).

Soal kinerja DPR, dia yakin tidak terganggu dengan penetapan tersangka terhadap Novanto tersebut. salah satunya soal RUU Pemilu yang bakal dibahas dalam Rapat Paripurna hari ini, dirinya yakin bakal berjalan lancar. Sebab, pimpinan DPR bersifat kolektif kolegial. Semua pimpinan mempunyai kedudukan yang sama.


Karena masih menjabat sebagai ketua DPR, Novanto pun tetap diagendakan memimpin Rapat Paripurna DPR hari ini. "Saat Pansus RUU Pemilu bertemu dengan Pimpinan DPR, mereka mengatakan Rapat Paripurna penetapan RUU Pemilu dipimpin langsung oleh Pak Novanto. Tapi, saya tak tahu apakah Pak Novanto tetap mimpin atau tidak," ujar Lukman.

Menyikapi desakan tersebut, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan mengatakan, berbagai langkah terkait pemulihan citra DPR telah dikumunikasikan. Namun, ia meminta, masing-masing anggota Dewan juga bekerja keras dalam memperbaiki citra DPR di ruang publik.

"Semua langkah kita akan komunikasikan. Secara aturan main dan ketentuan, kita tidak boleh berbeda, tidak boleh mendesak-desak yang tidak sesuai dengan peraturan," ujar Taufik.

Mengenai pimpinan Rapat Paripurna hari ini, Taufik tak memastikan rapat tersebut bakal dipimpin Setya Novanto. "Kalau Rapur (Rapat Paripurna) kan tergantung ya. Kalau terkait politik berarti Korpolhukam (Koordinator Politik, Hukum, dan HAM), kalau Kesra itu kan Korkesra (Koordinator Kesejahteraan Rakyat), terkait keuangan itu Koreku (Koordinator Ekonomi dan Keuangan). Jadi, tergantung besok (hari ini, red),” tandasnya. [sam] 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya