Berita

Humphrey Djemat/Net

Politik

PPP Djan Faridz: Eksekusi Bisa Dilakukan Kalau Ada Izin Pengadilan

KAMIS, 20 JULI 2017 | 02:48 WIB | LAPORAN:

Aparat kepolisian masih berjaga-jaga di depan gedung DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu malam (19/7). Hal ini untuk mengantisipasi aksi lanjutan menduduki gedung yang kini dikuasai oleh kubu Djan Faridz.

Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Faridz, Humphrey Djemat menjelaskan bahwa informasi akan adanya aksi pengambil alih gedung DPP PPP telah beredar sejak aksi penyerangan pertama pada Minggu (16/7) lalu. Bahkan, dari informasi yang diperolehnya, aksi pendudukan gedung DPP PPP kali ini akan melibatkan pihak kepolisian.

Humphrey menegaskan, langkah tersebut bertentangan dengan UU. Soalnya, proses eksekusi gedung hanya bisa dilakukan atas perintah pengadilan. Sementara, perselisian internal PPP masih terus berjalan dan belum mencapai keputusan final.


"Mereka (kubu Romahurmuziy) akan ke sini setelah acara di Ancol selesai, dan ada info lainnya akan bawa aparat untuk mengosongkan gedung, ini kan nggak benar, yang bisa mengeksekusi gedung adalah perintah pengadilan. Jadi saya sudah disini (DPP PPP), saya ingin tahu siapa yang perintahkan aparat polisi untuk mengosongkan gedung DPP," ujarnya.

Humphrey menambahkan, pihaknya percaya bahwa aparat kepolisian tidak akan ikut terlibat untuk mengosongkan gedung DPP PPP. Namun demikian, pihaknya tetap berada di gedung DPP untuk mengantisipasi aksi lanjutan.

"Jadi saya ingin tahu siapa yang memerintahkan polisi, kan nggak boleh polisi digunakan untuk kasus keperdataan," ujarnya. [sam]

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya