Berita

Taufik Kurniawan/net

Politik

Blokir Telegram, PAN: Jangan Sampai Pemerintah Dianggap Tidak Mau Terbuka

SENIN, 17 JULI 2017 | 16:51 WIB | LAPORAN:

Pemerintah telah memblokir salah satu situs media sosial (Medsos), Telegram. Medsos buatan orang Rusia itu ditenggarai kerap dijadikan sebagai sarana komunikasi para teroris.

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menghimbau pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk tidak serta-merta memblokir. Sebaiknya menurut dia, manajemen Telegram diajak bicara terlebih dahulu.

"Menurut saya, inikan masih mengancam kan pemerintah. Sebelum diputuskan, sedapat mungkin Kominfo dapat melakukan pihak manajemen telegram terlebih dahulu," katanya saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/7).


Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengaku khawatir, jika pemerintah langsung memblokir situs Medsos, akan menuai protes dari khalayak ramai. Jangan sampai nanti kata Taufik pemblokiran justru menjadi backfire bagi pemerintah yang tidak punya niatan jahat.

"Jangan sampai ini karena komunikasinya secara menyeluruh, sehingga ada kesan semacam kenapa kok cuma telegram, tidak yang lain, inikan menjadi semacam pesan yang harus utuh oleh pemerintah. Karena ini era Medsos, era keterbukaan informasi jangan sampai dipersepsikan pemerintah ga mau terbuka. Akhirnya ada gerakan blok Twitter presiden Jokowi, kan ga ada hubungannya. Jangan sampai menjadi backfire untuk pemerintah," demikian Taufik.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya