Berita

Kapolri Tito/RMOL

Politik

Segera Bentuk Densus Tipikor, Kapolri: Bukan Mau Nyaingi KPK

SENIN, 17 JULI 2017 | 16:42 WIB | LAPORAN:

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) segera membentuk tim detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor).

"Sekarang kita sedang menyusun bentuknya seperti apa, intinya kita bukan ingin menyaingi KPK," ujar Kapolri Tito Karnavian usai rapat kerja bersama Komisi III DPR RI, Senin (16/07).

Kapolri menyebut bahwa institusi Polri merupakan mesin raksasa yang bisa membantu dalam pengoptimalan penanganan tindak pidana korupsi.


"Tanpa membesarkan polri saya sampaikan polri ini mesin raksasa jumlah 423 ribu orang punya 33 polda hampir 500 polres," jelasnya.

Kapolri menilai kepolisian memiliki jaringan yang sangat luas dengan anggota yang besar, sehingga apabila bisa berkolaborasi dengan KPK bisa menjadi lebih optimal.

"Saya sudah sampaikan KPK bisa menjadi trigger mechanism dan supervisor jadi kolaborasi," tambahnya.

Kapolri juga mengakui bahwa posisi KPK cukup sulit untuk diintervensi dalam menjalankan tugas dan fungsi dalam tindak pidana korupsi.

"Kalau KPK kelebihan utamanya itu relatif sulit diintervensi karena bukan bagian eksekutif pemerintah dan ditunjuk langsung DPR, kelebihannya di sana," lanjutnya.

Kapolri menegaskan bahwa pembentukan densus tipikor bukan berarti ada keinginan untuk menyingkirkan ataupun mencampuri fungsi lembaga anti rasuah alias KPK.

"Mengapa kita tidak berkolaborasi jadi bukan berarti kita mau menyingkirkan KPK, tetapi KPK bisa menjadi semacam koordinasi dan pengawas," demikian Kapolri.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya