Berita

Masinton Pasaribu/Net

Politik

Pansus: KPK Jangan Cuma Basa-basi Tangani Kasus RJ Lino

SENIN, 17 JULI 2017 | 14:16 WIB | LAPORAN:

Siang ini, Pansus Pelindo II berencana mendatangi gedung KPK. Pansus yang diketuai oleh politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka itu akan menyerahkan hasil audit BPK terhadap Pelindo II yang membongkar potensi kerugian negara akibat perpanjangan kontrak Jakarta International Container Terminal (JICT).

Namun begitu, anggota Pansus Pelindo II Masinton Pasaribu mengaku pesimis dengan kinerja KPK. Ini lantaran kasus Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II RJ Lino yang sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 15 Desember 2015 karena diduga memerintahkan pengadaan tiga quay container crane (QCC) dengan menunjuk langsung perusahaan HDHM (PT Wuxi Hua Dong Heavy Machinery Co.Ltd.) dari China sebagai penyedia barang, belum juga mengalami perkembangan.

"Pertanyaannya gini juga, kasus tiga QCC yang menetapkan RJ Lino jadi tersangka juga nggak ada perkembangan. Terus ditambah ini lagi, KPK jangan pilih tebang dong," kata Masinton yang pesimis KPK akan menindaklanjuti laporan Pansus Pelindo II.


Di satu sisi, pihak KPK mengungkapkan bahwa kasus tersebut masih dalam penyidikan. Namun bagi Masinton pernyataan itu sebatas retorika belaka. Anggota Komisi III DPR RI itu mendesak agar dalam pengusutan kasus, KPK diberi ambang batas.

"Ah kita proses. Jangan pakai bahasa-bahasa basi, kita proses sampai kapan? Kasih deadlinenya kapan? Kita proses, kita proses, RJ Linon aja nggak diperiksa-periksa tuh. Itu kan basa basi, jangan ngomong basa basi lah, pemberantasan korupsi jangan ngomong basa basi lah," pungkas politisi PDIP yang juga anggota Pansus KPK itu. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya