Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Kontribusi Nyata Jurus Rajawali Bangkit Rizal Ramli Saat Mendampingi Jokowi

SENIN, 17 JULI 2017 | 07:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Masyarakat masih mengingat istilah "Rajawali Ngepret" yang diperkenalkan ekonom senior Rizal Ramli. Jurus ini digunakan Rizal Ramli saat dia membantu Presiden Jokowi mewujudkan misi Nawacita pemerintahan sebagai Menko Kemaritiman dan Sumber Daya antara 2015 hingga 2016.

Dengan jurus "Rajawali Ngepret", Rizal Ramli menerobos berbagai hambatan yang menghalangi program pembangunan pemerintah yang diutamakan untuk kesejahteraan rakyat.

Jurus "Rajawali Ngepret" itu dimainkan bersamaan dengan satu jurus lain, "Rajawali Bangkit", dengan gaya utama mendorong inovasi pemerintah khususnya di sektor penerimaan keuangan negara melalui revaluasi aset.


Jurus ini diadopsi dalam paket kebijakan ekonomi kelima, pada Oktober 2015 lalu. Revaluasi aset memberikan kesempatan kepada BUMN untuk bisa bangkit dan menjadi raja di tanah air sendiri.

"Berbekal modal yang kuat, perusahaan bisa meraup dana segar seperti melalui penerbitan obligasi," begitu kata Rizal Ramli suatu kali.

Dari catatan Ditjen Pajak di tahun 2015, disebutkan bahwa total penerimaan pajak revaluasi melampaui target, bahkan dua kali lipat. Penerimaan pajak terealisasi sebesar Rp 20,14 triliun. Sementara tadinya ditargetkan hanya Rp 10 triliun.

Adapun rincian yang terpublikasi adalah dari PT PLN sebesar Rp 6 triliun, PT PTPN III sebesar Rp 2 triliun, Bank Mandiri Rp 693 triliun, BRI sebesar Rp 240 triliun, dan Garuda Indonesia sebesar Rp 18 triliun.

Sementara itu, aset perusahaan baik pemerintah maupun swasta pasca revaluasi aset mengalami penambahan nilai aset. Aset dari 79 BUMN yang melakukan revaluasi aset pada tahun 2015 membengkak menjadi Rp 5.395 triliun. Sebelumnya di tahun 2014 nilai asetnya sebesar 4.577 triliun.

Dari catatan yang sama diketahui bahwa revaluasi aset meningkat nilai aset perusahaan. Misalnya, PT PLN mendapat tambahan nilai aset menjadi Rp 600 triliun, Bank Mandiri Rp 23 trilun, BNI Rp 12 triliun, BRI Rp 8 triliun, PT Pindad meningkatkan nilai aset sebesar lima kali lipat, PT Antam sebesar Rp 2,3 triliun, BTN sebesar  Rp 1,5 triliun, Bank Permata sebesar Rp 1 triliun, Waskita Karya sebesar Rp 400 miliar, Indocement sebesar Rp 120 miliar, dan Kedawung Setia sebesar Rp 26 miliar.

Pertamina, sebagai salah satu perusahaan plat merah besar belum melakukan revaluasi aset adalah Pertamina. Padahal diyakini, bila Pertamina merevaluasi aset, maka nilai aset yang dimiliki Pertamina bisa melebihi nilai aset PLN. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya