Berita

RMOL

Politik

PBNU: Anti Pancasila Jangan Hidup Di Indonesia

MINGGU, 16 JULI 2017 | 21:10 WIB | LAPORAN:

Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mendukung penuh kebijakan pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 2/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, seseorang boleh saja bersikap anti Pancasila tetapi jangan di Indonesia. Dia mengatakan, demokrasi tidak boleh seenaknya hingga dasar negara diperdebatkan.

"Silahkan saja orang anti Pancasila tapi jangan di Indonesia, hidupnya di Afganistan," ujarnya di sela halal bihalal dan Peringatan Hari Anak Nasional PP Muslimat NU di Kalibata, Jakarta (16/7).


Kiai Said mengungkapkan bahwa ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memang tidak melakukan teror di Indonesia, akan tetapi tidak menghormati dan menjadikan pancasila sebagai dasar pemikiran.

"Memang HTI tidak melakukan teror, tapi jelas tidak menghormati dan tidak menjadikan pancasila sebagai dasar pemikirannya," katanya.

Dia menambahkan, PBNU mengimbau masyarakat agar mencintai dan menjaga Pancasila sebagai dasar negara yang sudah dimerdekakan, bukan hanya oleh para pahlawan tetapi juga para ulama.
 
"Kalau pak Yusril mau bela khalifah, khalifahnya siapa sih. Kalau sudah ada ditentukan A jadi khalifah yang melantik siapa, kriteria orang bisa jadi khalifah apa, ibu kotanya di mana," tegas Kiai Said. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya