Berita

Net

Politik

Pilkada 2018 Ajang Pemanasan Pilpres

MINGGU, 16 JULI 2017 | 18:46 WIB | LAPORAN:

Gelaran Pilkada Serentak 2018 dianggap sebagai representasi koalisi dan proses kemenangan pada Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

"Ini bisa menjadi pemanasan bagi calon presiden yang akan maju dalam memenangkan pertrarungan di pilpres, meski Undang-Undang Pemilu sampai saat ini belum juga rampung," kata pengamat politik Ujang Komarudin kepada redaksi, Minggu (16/7).

Menurutnya, saat ini disadari atau tidak, ada dua calon presiden yang akan bertarung di Pilpres 2019 yakni Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Bahkan, dikabarkan Prabowo akan maju jika calon-calon yang didukung Gerindra di Pilkada 2018 menang.


"Itu artinya Prabowo akan fokus pada pemenangan Pilkada 2018, karena jika Pilkada 2018 mampu dikuasai oleh Partai Gerindra dengan koalisinya, paling tidak itu akan mempermudah jalan dalam merebut RI satu," jelas Ujang.

Secara logika, jika kepala daerah dari kader Gerindra atau yang didukung Gerindra banyak memenangi Pilkada 2018 maka akan membuka harapan dan peluang Prabowo untuk berhadapan dengan Jokowi.

"Ini strategi kepung keliling yakni menguasai daerah atau dari bawah. Sebab, akan sulit kalau Prabowo tidak memiliki sokongan dari kepala daerah. Harus diketahui, Jokowi menang juga karena cukup banyak juga kepala daerah yang berasal dari PDI Perjuangan," papar Ujang.

Meski demikian, dia mengakui koalisi yang terbangun di pilkada akan berbeda dengan di pilpres, namun tetap yang menentukan adalah suara rakyat yang didukung pengaruh serta sokongan kepala daerah.

"Kemenangan pilkada nanti akan menjadi kalkulasi politik di pilpres yang penting, sehingga kemenangan di pilkada bisa jadi penentu kemenangan di pilpres juga," jelas Ujang yang juga direktur eksekutif Indonesia Political Review (IPR). [wah]    

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya