Berita

Politik

Sulit Disadap, Alasan Polri Usul Telegram Diblokir

MINGGU, 16 JULI 2017 | 17:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Jejaring sosial Telegram memiliki kelebihan khusus yang kemudian dimanfaatkan teroris sebagai tempat berinteraksi. Salah satunya percakapan di media sosial itu tidak bisa disadap.

Begitu kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai peresmian Akademi Bela Negara (ABN) di Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (16/7). Dengan kelebihan tidak bisa disadap, lanjut Tito, kelompok teroris dengan mudah bisa dengan mudah menyebarkan paham radikal.

"Mereka berkomunikasi dengan Telegram karena banyak fitur. Satu (percakapannya) di-enkripsi, sehingga sulit untuk disadap," jelasnya.


Selain itu, Telegram juga memiliki kelebihan lain, yakni mampu menampung lebih dari 10 ribu grup.

"Sehingga mereka mampu menyebarkan paham-paham di sana (dengan mudah)," sambungnya.

Atas alasan itu, kata Tito, Polri menjadi salah satu yang turut mengusulkan untuk pemblokiran Telegram. Usul diberikan setelah melalui pengamatan intelijen yang cukup lama. [ian]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya