Berita

Wiranto/net

Politik

Wiranto: Perppu Bukan Kemauan Pemerintah

MINGGU, 16 JULI 2017 | 04:10 WIB | LAPORAN:

Ditengah derasnya penolakan dari berbagai pihak, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto tegaskan jika Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan adalah keniscayaan untuk menyelamatkan negara.

"Sesuatu yang harus diambil, tatkala dengan jalan-jalan yang normatif tidak mungkin diambil, dalam rangka penyelamatan negara," kata Wiranto di kantor DPP Partai Hanura, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (15/7).

Wiranto mengungkapkan, pemerintah tidak mungkin membiarkan tatkala ada satu paham baru yang nyata-nyata bertentangan dengan ideologi negara, yakni NKRI, UUD 1945, dan Pancasila, masuk dalam kegiatan ormas.


"Kalau paham-paham itu dibiarkan, justru akan merugikan rakyat dan pemerintah," tegas Wiranto.

Wiranto menjelaskan jika semua orang bebas berpendapat dan berserikat sejak masa reformasi. Hingga kini, tercatat sudah ada 344.039 ormas di Indonesia. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin membiarkan ormas yang jumlahnya ratusan ribu ini diisi dengan paham-paham yang bertentangan dengan negara.

"Jadi pemerintah melalui perppu ini, ini bukan kemauan pemerintah. Tapi kemauan, atau katakanlah, kepentingan masyarakat dan rakyat Indonesia," tegas Wiranto.

Wiranto juga membantah jika perppu terebut menandakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadi rezim diktator, sewenang-wenang, dan tidak demokratis.

"Jangan pemerintah dipojokkan, dihadapkan kepada rakyat. Seakan-akan perppu ini milik pemerintah, berhadapan dengan kepentingan rakyat kepentingan Islam. Bukan. Bukan, sama sekali bukan. Saya paham itu," demikian Wiranto.[san]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya