Berita

Politik

GP Ansor: Perppu Ormas Sedikit Terlambat, Indonesia Darurat Radikalisme

SABTU, 15 JULI 2017 | 10:53 WIB | LAPORAN:

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) wilayah Jakarta siap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari kelompok yang ingin mengubah ideologi negara Pancasila. Ansor siap melawan setiap tindak tanduk radikalisme.

Sekretaris GP Ansor DKI Jakarta, Dendy Finsa, menjelaskan, merawat kebhinekaan dan melawan radikalisme adalah kewajiban yang mesti dijalankan. Hal tersebut merupakan tugas seluruh warga negara Indonesia, tak terkecuali GP Ansor.

"Merawat kebhinnekaan dan melawan radikalisme itu adalah kewajiban. Bagi kami itu adalah jihad terhadap pihak-pihak yang mau merongrong kebhinekaan," ujar Dendy Finsa, saat diskusi "Merawat Kebhinekaan dan Melawan Radikalisme", di kawasan Grogol, Jumat malam (14/7).


Lebih lanjut, Dendy juga mengapresiasi langkah pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU tentang Organisasi Kemasyarakat (Ormas).

Menurut Dendy, Perppu tersebut membuat pemerintah bisa memantau pergerakan Ormas yang sudah keluar dari jalur ideologi bangsa. Bahkan, GP Ansor pun siap diawasi pemerintah jika melenceng.

"Dalam hal Perppu Ormas yang dikeluarkan pemerintah itu harus diapresiasi, meskipun agak sedikit terlambat, karena sudah masuk darurat radikalisme," kata Dendy.

Di tempat yang sama, Koordinator Aikonesia, Paul Iman Pandjaitan, mendukung kebijakan pemerintah dalam menerbitkan Perppu tentang Ormas, asalkan tidak 'mengebiri' kebebasan berserikat dan menyampaikan pendapat.

"Saya sangat setuju bahwa harus ada produk hukum yang jelas untuk mengatur keberadaan ormas yang ada saat ini. Sehingga ormas-ormas lebih mengedepankan Pancasila," kata Iman.

Ke depan, tambah dia, pemerintah harus berperan lebih aktif dalam melakukan pencegahan terhadap radikalisme. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut sebelum ada intervensi pemerintah.[ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya