Berita

Setya Novanto/Net

Politik

Setya Novanto Ingin Penyelesaian Kasus E-KTP Dipercepat

SABTU, 15 JULI 2017 | 01:16 WIB | LAPORAN:

Meski belum pulih benar dari sakit, Ketua DPR Setya Novanto berinisiatif memenuhi panggilan penyidik KPK untuk diperiksa atas tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong dalam kasus korupsi e-KTP, Jumat (14/7). Novanto datang karena ingin membantu KPK mempercepat penyelesaian kasus e-KTP.

Ketua Umum Golkar ini tiba di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan pada pukul 9.45 pagi. Dengan menumpang mobil Toyota Fortuner hitam, Novanto datang ditemani Sekjen Golkar Idrus Marham dan Ketua DPP Golkar Yahya Zaini.

Sebelum memasuki Gedung KPK, Novanto sempat menyapa para pewarta yang telah menunggunya sejak pagi hari.


"Saya masuk dulu ya, nanti-nanti," katanya sambil menebar senyum.

Sekitar pukul 3.30 sore, pemeriksaan terhadap Setya Novanto selesai. Meski cukup lama, Novanto tetap nampak santai. Saat dikerumuni para wartawan yang menanyainya ihwal proses pemeriksaan, dia juga tetap santai.

"Saya dimintai keterangan sebagai saksi dari tersangka Andi Agustinus. Saya jelaskan semua yang saya ketahui dan yang saya ingat sebagaimana yang juga telah saya sampaikan dalam persidangan. Alhamdulillah, semua pertanyaan penyidik yang memiliki subtansi dalam kasus ini telah saya jelaskan semua,” jawabnya, kembali sambil tersenyum.

Dalam persidangan di Tipikor sebelumnya, Novanto mengaku tidak kenal Andi Narogong dalam urusan proyek e-KTP. Novanto, yang saat itu menjabat Bendahara Umum Golkar, mengaku pernah bertemu dengan Andi yang menawarkan kaos dan atribut partai untuk kampanye.

Andi Narogong juga menyatakan sama. Dalam persidangan kasus e-KTP untuk terdakwa Irman dan Sugiharto, Andi Narogong membantah semua keterangan kedua terdakwa itu mengenai pertemuan dengan Novanto di beberapa tempat untuk membahas proyek E-KTP.

Andi Narogong, yang dikenal sebagai sutradara kasus e-KTP, mengaku cuma dua kali bertemu Novanto. Namun, yang dibahas bukan soal e-KTP, melainkan hanya menawarkan kaos dan atribut Partai Golkar untuk kampanye. Waktu itu, tawaran Andi ditolak Novanto dengan alasan terlalu mahal. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya