Berita

Politik

PP Muhammadiyah: Pansus KPK Melawan Nalar Publik

JUMAT, 14 JULI 2017 | 16:11 WIB | LAPORAN:

PP Muhammadiyah meragukan niat murni para anggota Pansus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Apalagi untuk mengawasi lembaga antirasuah dengan kritik  membangun.

"Kami tidak menilai jika KPK dikritik kinerjanya. Lembaga apapun sudah sewajarnya dikritik. Ketatanegaraan kita membuka itu check and balance antara sesama lembaga negara konstitusi tidak menata mana yang superior dan tidak memiliki power. Tapi tentu menggunakan koridor yang benar dan tidak melawan nalar," kata Direktur Madrasah Anti Korupsi, PP Muhammadiyah, Virgo Sulianto Gohardi dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Pansus KPK di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7).

Jika DPR merasa terzalimi, lanjut Virgo, bukan berarti melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal ini tentu membuat publik bertanya-tanya. Untuk itu, PP Muhammadiyah bersama publik merasa perlu mendukung KPK.


"Tentu ini melihat kineja-kinerja yang nampak antara anggota DPR atau KPK. Di mukadimah tadi pimpinan mengatakan tugas dan fungsi KPK koordinasi dan supervisi, tapi seolah-olah Pansus mengabaikan headline yang sudah ada," kritiknya.

Victor menekankan, upaya apapun yang dilakukan penyidik KPK baik di proses penyelidikan ataupun penuntutan harus dihormati dan diberi jalan sebagaimana koridor yang sudah diatur dalam UU.

Bila KPK berpihak pada pemberantasan korupsi, maka tak perlu ada Pansus.

"Ini KPK bisa berkoordinasi silakan dievalusi kinerja sebagaimana mitra Komisi III," tegasnya.

Dalam kasus teror yang dialami salah satu penyidik senior KPK, Novel Baswedan, PP Muhammadiyah tidak melihat keberpihakan KPK. Padahal teror ini pelemahan dan penghalang pemberantasan korupsi.

Namun nalar DPR berbeda dengan nalar publik. Nalar publik membela KPK, meminta kasus Novel dituntaskan," pungkasnya.[wid]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya