Berita

Ichsanuddin Noorsy/Net

Politik

Soal Pajak Petani Tebu, Cara Pikir Ichsanuddin Noorsy Justru Kebalikan Sri Mulyani

JUMAT, 14 JULI 2017 | 08:42 WIB | LAPORAN:

. Kebijakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani yang mengharuskan petani tebu untuk membayar Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk meningkatkan pendapatan negara mendapat kritikan dari pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy.

"Saya bilang kalau saya jadi Sri Mulyani, saya tidak akan pernah meningkatkan pendapatan pajak di tengah yang namanya perekonomian sedang lambat," ujar Noorsy kepada Kantor Berita Politik RMOL di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7).

Pola berpikir Noorsy justru kebalikan dari Sri Mulyani. Alih-alih meningkatkan pendapatan pajak dengan membebani para petani tebu PPN 10 persen, dia malah ingin memberikan insentif atau subsidi kepada para petani. Selain itu, dia juga akan menurunkan semua target perpajakan.


"Supaya terjadi dorongan peningkatan ekonomi. Itu cara saya berpikir terbalik," jelasnya.

Noorsy kemudian mengaku pernah mengatakan langsung kepada Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Mardiasmo bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini, dengan membebani pajak kepada siapa saja itu sama saja dengan berburu di kebun binatang.

"Dengan mengenakan (pajak) berburu ke rekening di bawah Rp 200 juta, tadinya Rp 100 juta, sekarang dibikin Rp 1 miliar, itu namanya berburu di kebun binatang. Kalau saya nggak akan berburu di kebun binatang, saya akan berburu di tempat lain," imbuhnya.

Kalau pun ingin mengenakan pajak kepada pemilik rekening bank, Noorsy memilih untuk sejalan dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"LPS bilangnya yang saya jamin hanya di atas Rp 2 miliar. Itu artinya yang boleh saya uber di kebun binatang hanya mereka yang jumlahnya di atas Rp 2 miliar. Di bawah itu saya nggak kenakan pajak," pungkas Noorsy. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya