Berita

Susi Pudjiastuti/Net

Politik

RESHUFFLE KABINET

HNSI: Jokowi Depak Susi, Sektor Kelautan dan Perikanan Kacau Balau

KAMIS, 13 JULI 2017 | 21:17 WIB | LAPORAN:

Isu susun dan acak ulang alias reshuffle kabinet kembali merebak. Sejumlah menteri disebut-sebut akan diganti oleh Presiden Joko Widodo dan wakilnya Jusuf Kalla.

Untuk sektor Perikanan dan Kelautan, Presiden Joko Widodo diminta untuk tidak mengganti Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti.

"Pak Jokowi jangan depak Menteri Susi sekarang. Biarkan diselesaikan dulu tugas-tugas dan tanggung jawabnya yang sudah dimulainya itu hingga akhir jabatan 2019. Kalau diganti sekarang waduh bakalan kacau balau semua urusan kelautan dan perikanan dan nelayan Indonesia," tutur Koordinator Bidang Energi dan Sarana Prasarana Perikanan Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Siswaryudi Heru, dalam perbincangan dengan redaksi, Kamis malam (13/7).


Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan Pengurus Pusat Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) ini mengatakan, selama ini tak bisa dipungkiri, ada banyak perubahan positif bagi Nelayan Indonesia yang mulai ditorehkan oleh Susi dalam memimpin KKP.

Sejumlah program besar bagi kesejahteraan nelayan pun sudah dan sedang dikerjakan oleh Susi. "Maka akan kacau balau jika dia diganti sekarang. Kembali ke nol dan akan kian berantakan jika tidak diselesaikan hingga 2019," ujarnya.

Siswaryudi pun meminta Presiden Jokowi agar mempertahankan menteri Susi di posisinya sekarang.

"Agar juga dia bisa memenahi beberapa hal yang masih butuh dibenahi di sisa masa jabatan hingga 2019 nanti," ujarnya.

Perlu diketahui, lanjut dia, Menteri Susi termasuk menteri yang melakukan pembenahan cepat dan berani di sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Saatnya nelayan Indonesia dibenahi dengan sungguh-sungguh. Biarkan Ibu Susi selesaikan tugasnya, jangan direshufle dong," pungkasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya