Aliansi Generasi Muda Lintas Partai Politik prihatin atas pro kontra dan kegaduhan yang masih menggelayuti kehidupan politik hukum dan demokrasi di Tanah Air.
Sebab, perseteruan yang kontraproduktif bagi kehidupan nasional cenderung mengganggu stabilitas dan selanjutnya semakin memperparah kelesuan ekonomi.
Demikian disampaikan kader muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia dalam acara Urun Rembug dan Penyataan Sikap Bersama, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/7).
Hadir pula Hinca Pandjaitan dari Partai Demokrat, Mardani Ali Sera dari Partai Keadilan Sejahtera, Malik Haramain (Partai Kebangkitan Bangsa), Ahmad Rofiq (Partai Perindo), Ramdansyah (Partai Idaman), Badaruddin A Picunang (Partai Berkarya), Yohan (Partai Amanat Nasional), Azanil Kelana (Pemuda Bulan Bintang), serta Raja Juli Antoni (Partai Solidaritas Indonesia).
"Seperti disinyalir beberapa lembaga survei, DPR dan parpol masih belum mendapatkan kepercayaan penuh di mata masyarakat," paparnya.
Dalam persepsi masyarakat, jelas Doli, anggota DPR dan parpol masih berperilaku koruptif serta tak mempunyai komitmen terhadap pemberantasan korupsi
"Tentulah kondisi demikian tak dapat dibiarkan karang, dapat mengarah pada arus deparpolisasi yang dapat merugikan pembangunan demokrasi kita. Fungsi sebagai pilar demokrasi akan runtuh dengan arus deparpolisasi tersebut," tegasnya.
Dengan alasan demikian, terang Doli, para kader lintas parpol menegaskan komitmen yang sangat kuat dan besar terhadap upaya pemberantasan korupsi. Selain itu mengingatkan partai politik berfungsi sebagaimana mestinya sebuah pilar demokrasi dalam pembangunan nasional yang ikut mewujudkan Indonesia bersih dan bebas korupsi.
"Kedua, kami mendukung sepenuhnya pemerintah agar tegas dalam menunjukkan komitmennya serta langkah-langkah kongres terhadap pencegahan dan pemberantasan korupsi sesuai dengan harapan rakyat Indonesia," sebut Doli.
Ketiga, Aliansi Generasi Muda Lintas Partai Politik juga mendukung penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai institusi utama dalam upaya pemberantasan korupsi selama lembaga antirasuah itu bekerja secara independen, imparsial, profesional, objektif dan tidak tebang pilih kambing.
"Bila KPK tidak bebas, tidak mandiri, pandang bulu, dapat diplomasi dan bahkan menjadi bagian konspirasi kekuatan tertentu maka itu semua akan meruntuhkan dan menghancurkan kehidupan rakyat dan keberlangsungan bangsa ini ke depan," ujar Doli, mewanti-wanti.
Pihaknya pun mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu dan mengakhiri segera kegaduhan politik dan hukum yang terjadi saat ini agar tidak kontra produktif terhadap proses pembangunan nasional demi terwujudnya masyarakat adil, makmur, sejahtera sesuai cita-cita negara.
[wid]