Berita

Politik

Rugikan Nelayan, Kebijakan Menteri Susi Harus Dievaluasi

KAMIS, 13 JULI 2017 | 05:59 WIB | LAPORAN:

Unjuk rasa ribuan nelayan yang bergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia di depan Istana Negara pada Selasa lalu (11/7) menjadi bukti bahwa nelayan semakin terjepit oleh kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
 
"Presiden harusnya segera mengevaluasi total kebijakan KKP yang merugikan nelayan. Jangan hanya beritanya tenggelamkan kapal dan illegal fishing di saat nelayan semakin terpinggirkan," ujar Wakil Ketua Bidang Pekerja, Petani dan Nelayan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Riyono kepada redaksi, Kamis (13/7).
 
Menurutnya, saat ini nelayan yang terkena dampak kebijakan KKP hampir 20 juta jiwa secara nasional. Mulai nelayan, naka buah kapal, nahkoda, dan pelaku usaha perikanan.


"Termasuk bakul-bakul di pelabuhan, kuli panggul dan juga industri perikanan. Selama hampir tiga tahun, Peraturan Menteri KP 1 dan 2/2015 yang dicabut dan diganti Permen KP 71/2016 semakin membuat sulit nelayan tradisional," ujar Riyono.
 
Keluhan nelayan Indonesia selama ini yang sudah disampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak 2,5 tahun lalu dan kemudian dialog bersama KKP ternyata tidak dituntaskan dengan solusi nyata. Inpres Nomor 7/2016 tentang Percepatan Pembangunan Perikanan yang mengamanatkan pencabutan peraturan-peraturan yang merugikan nelayan juga tidak ada realisasi.
 
Riyono mencontohkan, kerugian nelayan akibat pelarangan penggunaan cantrang mencapai ratusan miliar rupiah. Kondisi itu belum ditambah dengan kendala nelayan yang melaut ke Indonesia Timur membutuhkan Rp 1 hingga Rp 1,5 miliar untuk ganti alat tangkap.
 
"Nelayan yang bergabung dalam kelompok nelayan membeli kapal cantrang dengan utang bank, sekarang dilarang lalu tidak bisa kerja. Utang tidak bisa dibayar, lalu bagaimana caranya ganti altap," bebernya.
 
Selain itu, Riyono juga menyoroti solusi KKP di bawah kepemimpinan Susi Pujiastuti yang menggandeng bank pemerintah sampai sekarang belum jelas realisasinya.
 
"Aksi nelayan sebagai wujud kontrol kepada KKP untuk lebih banyak mendengar jeritan nelayan saat membuat peraturan. Sudah saatnya presiden evaluasi total kebijakan Susi Pujiastuti," tegas Riyono. [wah]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya