Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Keresahan Chomsky

SENIN, 10 JULI 2017 | 09:09 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PEMIKIR abad XX yang paling saya kagumi adalah Bertrand Russel, sementara pemikir abad XXI adalah Noam Chomsky. Mahakarya legendaris Chomsky di bidang linguistik adalah teori tata bahasa generatif. Kepakaran linguistik mengantar Chomsky ke ranah studi politik. Sejak 1965, Chomsky menjadi tokoh cendekiawan paling kritis terhadap kebijakan pemerintah Amerika Serikat.  

Orwellianism
Tanpa berani menyejajarkan diri saya dengan Chomsky yang sama saja dengan menyejajarkan semut dengan brontosaurus, kebetulan saya memiliki kesamaan dengan Chomsky yaitu sama-sama mengagumi 'Animal Farm' mahakarya George Orwell.

Mungkin akibat sama-sama Orwellianis, Chomsky memiliki sasaran keresahan sama dengan saya yaitu mazhab kapitalisme yang berkembang menjadi neoliberalisme yang kini berkembang menjadi angkara murka kerakusan lepas kendali yaitu - maaf, ini istilah bikinan saya sendiri -  hyperutilitarianisme yang tidak segan mengorbankan manusia.

Mungkin akibat sama-sama Orwellianis, Chomsky memiliki sasaran keresahan sama dengan saya yaitu mazhab kapitalisme yang berkembang menjadi neoliberalisme yang kini berkembang menjadi angkara murka kerakusan lepas kendali yaitu - maaf, ini istilah bikinan saya sendiri -  hyperutilitarianisme yang tidak segan mengorbankan manusia.

Keresahan saya berakar pada amanat perderitaan rakyat yang sedang ditertibkan, ditingkatkan kesejahteraan, atau entah apa saja istilahnya padahal pada kenyataan sebenarnya digusur atas nama pembangunan demi kesejahteraan rakyat di persada Nusantara masa kini. Sementara keresahan Chomsky berakar pada ketidakadilan sosial yang masih merajalela di Amerika Serikat.  

Keresahan    
Akhir-akhir ini Noah Comsky memperingatkan  'We are headed toward a cliff and the worst cliff we are headed toward is due to market systems' (Kita sedang menuju jurang dan jurang terburuk yang sedang kita tuju adalah akibat sistem pasar). Atau 'If you criticize policy, you are anti American. That only happens in dictatorships' (Apabila anda mengkritik kebijakan pemerintah berarti anda anti Amerika. Hal seperti itu hanya terjadi di negara diktator ) yang di Indonesia masa kini bisa dianalogkan menjadi 'Apabila anda mengkritik kebijakan pemerintah berarti anda anti Pancasila maka rawan dituduh makar.'   

Chomsky resah atas ulah Donald Trump mengeluarkan Amerika Serikat dari Kesepakatan Paris 'The position of the savage wing of American capitalism, the Republican Party, is really striking, they are really racing toward a precipice. Has there really been an organization in history that has dedicated itself to the destruction of human life? (Posisi Partai Republik sebagai sayap bengis kapitalisme Amerika sangat meyakinkan. Mereka benar-benar berlomba lari menuju bencana. Apakah pernah ada sebuah organisasi dalam sejarah yang mengabdikan diri demi penghancuran kehidupan umat manusia?).

Tentang Donald Trump, Chomsky berkomentar 'Trump’s only ideology is me, deeply authoritarian and very dangerous' (Ideologi Trump terbatas pada 'saya', sangat otoriter dan sangat berbahaya).

Neolib
Chomsky juga berujar 'The neoliberal shift moved decisions from the public arena to the market . The ideology claims it’s increasing freedom, it’s in fact increasing tyranny.' (Neoliberal menggeser kebijakan dari ranah publik ke pasar.  Ideologi terkesan meningkatkan kebebasan padahal pada kenyataan meningkatkan tirani ). Atau 'Neoliberalism has been putting the working people of the world in competition with each other, but allowing freedom of capital, and in fact a high degree of protection for capital. So, for example, intellectual property rights are a huge tax on the population.'  (Neoliberalisme meletakkan kaum pekerja di alam kompetitif satu dengan lainnya namun di sisi lain memberi kekebasan tanpa batas bagi kaum kapitalis maka seperti hak paten merupakan sumber ketidakadilan bagi masyarakat).  

Noam Chomsky terlibat dalam studi Manufacturing Consent sejak 1992 sehingga dihujat sebagai profokator anti pemerintah. Mirip nasib para pembela wong cilik  tergusur di Indonesia yang juga dihujat sebagai pelestari kemiskinan serta profokator anti kebijakan pemerintah.[***]


Penulis adalah pembelajar pemikiran-pemikiran Noam Chomsky




Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya