Berita

Olahraga

Warga Lombok Barat Antusias Ikut Gowes Nusantara

SENIN, 10 JULI 2017 | 07:40 WIB | LAPORAN:

Ajang Gowes Pesona Nusantara 2017 terus bergulir dan telah mencapai kota ke-20 dari 90 kota yang direncanakan.

Lombok Barat menjadi titik start ajang yang masuk dalam bagian program andalan Kemenpora "Ayo Olahraga!" tersebut.

Di Kota Madani, animo tinggi ditunjukkan oleh masyarakat pecinta olahraga bersepeda. Tak kurang 3.500 lebih peserta ambil bagian dalam ajang ini. Membludaknya peserta ditunjukkan dengan start yang sampai dilakukan dua kali karena jalur start tak mencukupi untuk sekali dilepas.


Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menjadi yang pertama mendapatkan kehormatan melepas start peserta. Setelah itu, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga dan Pendidikan Kemenpora, Arifin Madjid melanjutkan melepas start kedua.

"Ini adalah kota ke-20. Antusiasme mereka cukup bagus, dan cukup bersemangat mensukseskan program pemerintah ini," tutur Arifin di sela-sela pelaksanaan Gowes.

Dalam Etape Patut Pajtuh Patju ini, peserta memulai start di lapangan Kabupaten Lombok Barat kemudian terus melaju sampai simpang lima dan masjid Kediri, lantas memutar balik dan mengikti jalur yang sama sampai mencapai finish di Pendopo Kabupaten Lombok Barat. Total para pegowes harus melahap jarak 14,8 Km.

Usai finish, peserta kemudian harus mengikuti undian doorprize yang telah disiapkan oleh panitia. Belasan hadiah disiapkan, mulai dari kompor gas, kulkas, sampai sepeda motor. Melihat antusiasme yang luar biasa, Bupati Fauzan mengakui cukup senang dengan adanya program ini. Apalagi, perwakilan pejabat Kemenpora juga hadir dalam ajang ini.

Dia merasa terbantu dan terima kasih karena masyarakat di Lombok Barat bisa mendapatkan kegiatan yang mampu meningkatkan kuantitas olahraga.

"Saya terima kasih kepada Kemenpora, Menpora Imam Nahrawi karena programnya sampai ke daerah-daerah. Gowes Nusantara ini membantu kami untuk mengajak masyarakat berolahraga, menggelorakan olahraga di masyarakat," ucapnya, usai melepas start.

Sejatinya, Pemkab Lombok Barat juga telah menyiapkan jamuan dan sambutan untuk Menpora Imam Nahrawi. Selain tumpeng besar, ada juga kue ulang tahun yang sengaja disediakan untuk memberikan kejutan kepada Menpora yang berulang tahun ke-44 pada hari ini.

Bergetar dan Merinding Saat Ritual Penyerahan Tanah-Air Keramat


Sebelum start Gowes dimulai, ada prosesi khusus yang dilakukan oleh panitia untuk memberikan tanah dan air dari Nusa Tenggara Barat, yang diwakili Lombok Barat kepada Kemenpora. Tanah-air ini nantinya akan disatukan dengan tanah-air dari provinsi lain yang ada di seluruh Indonesia yang juga menggelar ajang Gowes Nusantara untuk dibangunkan monumen di Gunung Tidar, Magelang, pada 9 September mendatang.

Prosesi pengambilan memang tidak diliput khusus karena dilakukan secara internal oleh pemerintah Lombok Barat. Namun, saat penyerahan oleh anak adat Sasak, diringi musik khas NTB, suasana pun menjadi hening dan khidmat.

Tanah dan air yang ditempatkan di kendi tradisional tersebut dibawa oleh Anak Adat, kemudian diambil oleh bupati dan langsung diserahkan ke perwakilan Kemenpora, Arifin Madjid.

Kesakralan prosesi tersebut memang sempat membuat para peserta dan undangan yang hadir hening. Bahkan, Arifin dan pejabat Kemenpora yang lain pun merasakan hal yang sama dengan masyarakat yang datang pada Gowes Nusantara ini.

"Saya bergetar, merinding tadi saat prosesi. Kami akan bawa tanah ini untuk disatukan di Magelang, sebagai penegasan daerah di Indonesia,berkomitmen dan siap untuk menjaga negara kesatuan NKRI. Meski berbeda, tapi tanah-air yang sakral ini tetap ingin menjadi satu di pangkuan Nusantara, Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, I Nyomam Winata,  Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Massal dan Kesehatan Olahraga Kemenpora mengakui tanah itu cukup sakral. Hal itu karena tanah tersebut diambil di kampung gunung keramat Kuripan.

"Tanahnya itu dikeramatkan oleh masyarakat Lombok. Ini tanah tempat kerajaan dulu berdiri," tandasnya.[wid]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya