Berita

George Soros

Politik

George Soros Dan Global Disorder

SENIN, 10 JULI 2017 | 02:04 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

AS a prominent global player, George Soros punya pengaruh dalam politik Amerika. Kekayaannya tembus $ 25 milyar. Termasuk 30 orang terkaya di dunia. Tahun 2011, dia dapet predikat "the single most destructive leftist demagogue in the country."

Sebagai atheist, Soros mengklaim diri sebagai “some kind of god, the creator of everything”. Ngga heran bila dia dinilai mengidap delusi. Minimal schizopherenia.

Selain punya posisi sebagai most senior advisor bagi Paus Francis, Soros is a major backer of Hillary Clinton. Ngga heran bila Hillary menjual agenda liberal, free abortion, open border, gay marriage dan socialism slash komunis.


Di Australia, Soros' Open Foundations Society merupakan donor bagi GutUp!, sebuah NGO yang mengkampanyekan liberalisasi aborsi dan same-sex marriage.

Di Amerika, Soros aktif menggalang dana untuk Obama. Tahun 2004, dia mengucurkan 23.58 juta dollar kepada 527 grup anti Bush. Tahun 2016, Soros memberi donasi 1 juta dollar kepada Moveon.Org yang sering merilis aksi violence anti Trump.

Hillary pernah berkata, "We need people like George Soros, who is fearless and willing to step up when it counts.”

Pengaruh global Soros dirasakan sampe Iran. Spiritual leader, Sayyid Ali Hosseini Khamenei menyatakan Soros berpartisipasi dalam proyek destabilisasi dan tumbangkan Presiden Mahmoud Ahmedinejad. Sayyid menyebut Soros sebagai "an evil Zionist-American multi-billionaire".

Sebagai zionist, Soros punya paradigma One World Order. Di bawah komando Yahudi, tentunya.

Ngga heran bila Soros anti semua negara. Termasuk Amerika. Belakangan, Soros mendukung The China Rising sebagai contra-balance Amerika. Dia juga seolah pro Islam masuk Eropa. Tujuannya, ciptakan global disorder agar pemerintahan dan nasionalisme jadi lemah. Sekularisme, liberalisme, aliran sesat dan pseudo anti racial movement didorong untuk menghancurkan dominasi old order. Padahal, sebagai Yahudi, Soros anti segala-galanya.

Pola praxis Soros mudah diditeksi. Biayai NGO Liberal pro aborsi, LGBT, minoritas dan aliran sesat. Mengatas-namakan HAM, pluralisme, modernitas dan humanity. Hidupkan fosil komunis. Kuasai media, lancarkan bully, character assasination, ciptakan figur boneka, eksploitasi ketamakan selebritis secara massif dan injak hukum atas nama demokrasi. Semuanya itu, demi Jews Agenda. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK).

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya