Berita

Mikhail Gorbachev/net

Dunia

Gorbachev: Dunia Tidak Ingin Perang Dingin Yang Baru

JUMAT, 07 JULI 2017 | 09:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengadakan pertemuan khusus di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Hamburg, Jerman, Jumat waktu setempat (7/7).

Sehari sebelum pertemuan itu, pemimpin Uni Soviet periode 1985-1991, Mikhail Gorbachev, meminta dua pihak untuk menggunakan momen itu untuk memulihkan kepercayaan dan menghilangkan ketegangan global.

"Pertama-tama, ada baiknya pertemuan ini akhirnya akan berlangsung. Tapi sangat disayangkan bahwa ini baru saja terjadi," kata Gorbachev kepada RIA Novosti.


"Sudah banyak waktu yang hilang. Kita harus mengembalikan kepercayaan," lanjutnya, dikutip dari RT.

Dia mengingatkan tentang pertemuan bersejarahnya semasa masih memimpin Uni Soviet. Pada 11 Oktober 1986, ia mewakili blok komunis Soviet mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Ronald Reagan, di Reykjavík, Islandia.

"Kami sekarang membutuhkan dorongan dari para pemimpin, seperti yang terjadi di Reykjavik pada tahun 1986. Kami harus meletakkan semua hal di meja perundingan dan membentuk mekanisme interaksi," kata Gorbachev.

Pada KTT Reykjavik 1986, Gorbachev dan Reagan mendekati kesepakatan untuk mengurangi jumlah senjata nuklir yang dimiliki oleh negara masing-masing yang merupakan dua kekuatan super di dunia. Kemajuan yang dicapai pada pertemuan tersebut pada akhirnya menghasilkan perjanjian dua kubu soal penggunaan senjata nuklir tingkat menengah di tahun 1987.

Dalam wawancaranya dengan RIA, Gorbachev kembali menggarisbawahi betapa penting mencapai kesepakatan kontrol senjata dan senjata nuklir, seperti Traktat Rudal Anti-Balistik (ABM) dan START (Strategic Arms Reduction Treaty), yang telah berakhir pada tahun 2009.

"Tugas mendesak para diplomat dan militer adalah segera melakukan penyelamatan dan pemulihan sistem pembatasan dan pengendalian senjata nuklir di seluruh spektrum," saran Gorbachev.

Sebelumnya, pembantu presiden Rusia bidang luar negeri, Yuri Ushakov, sempat mengatakan bahwa pertemuan Putin dan Trump dapat menyentuh isu-isu pengendalian senjata dan stabilitas strategis. Hal ini disambut baik oleh Gorbachev.

"Tidak masalah seberapa kerasnya, saya yakin ada kemungkinan interaksi yang konstruktif," ungkap Gorbachev.

"Orang-orang, baik di Rusia dan Amerika Serikat, berharap untuk ini dan saya yakin seluruh dunia bosan dengan ketegangan dan tidak menginginkan sebuah Perang Dingin yang baru," tambah dia. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya