Berita

Zeng Wei Jian (tengah)

Hukum

Sidang Ketiga Buni Yani

SELASA, 04 JULI 2017 | 12:59 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

SELASA 04 Juli 2017 pukul 8.30 pagi sudah ada 25 motor polisi, 7 truk, 5 mobil polisi di depan Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bandung. Tempat Sidang Buni Yani. Di halaman ada panser water canon. Ada dua unit ambulance disiagakan di area parkir basement.

Seratusan polisi berserakan. Di taman, di pinggir jalan, di depan hotel, cafe dan pos jaga. Ada yang memaki rompi hitam dokpol dan hijau stabilo. Tidak ada satu pun tentara. Seorang pemulung berkarung besar melintas. Dia tidak peduli dengan pengerahan ratusan personil polisi di pagi yang cerah ini.

Seorang pedagang rujak parkir di belakang truk Polrestabes Bandung. Beberapa tukang rokok asik berbincang dengan aparat. Tampak beberapa Provos baret biru lalu lalang. Lima unit motor trail putih dan mobil polisi diparkir depan Gedogan cafe. Seorang teman mengirim gambar via WA. Buni Yani dan beberapa lawyer sudah di dalam.


Sidang dimulai tepat pukul 09.00. Buni Yani dipanggil. Dia pake kemeja batik cokelat.

Pukul 09.05 JPU membacakan nota tanggapan atas eksepsi terdakwa. Intinya, JPU berpendapat semua point keberatan terdakwa, baik syarat formil dan materil, mesti diabaikan. Sejam lamanya, JPU silih berganti membacakan tanggapan.

Majelis Hakim memutuskan: sidang ditunda. Minggu depan masuk putusan sela. Kuasa Hukum dan Buni Yani sempat menyatakan protes. Mereka minta sesi menanggapi tanggapan JPU. Majelis Hakim menolak permintaan Kuasa Hukum dan Buni Yani. Jadi, minggu depan adalah sidang putusan sela.

Tidak ada ketegangan, baik di dalam dan luar ruang sidang. Aparat kepolisian duduk-duduk di koridor halaman. Di bawah pohon. Di mana-mana. Masi berserakan. Sambil update status. Baca berita di android. Makan kacang. Satu-dua unit senapan laras panjang digeletakin begitu saja. [***]

Penulis adalah Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya