Berita

Ilustrasi/Net

Olahraga

Aturan Pemain U-23 Ditangguhkan, Begini Penjelasan PSSI

MINGGU, 02 JULI 2017 | 08:33 WIB

Kepala Staf Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto menyebut regulasi penangguhan U-23 di Liga 1 banyak menuai pro-kontra dari beberapa klub.

"Banyak memang yang bilang seperti itu, katanya menguntungkan Persib dan Arema," ujarnya, Sabtu (1/7).

Menurut IB, sapaan Iwan Budianto, peraturan adanya pemain U-23 di tiap klub Liga 1 untuk menjaring pemain muda yang diproyeksi ke Sea Games dan Asian Games mendatang. Sejauh ini, hingga pekan ke-11 PSSI sudah mendapat pemain muda berkualitas untuk mengangkat nama Indonesia di kancah internasional.


"Penerapan itu hasilnya bagus sekali. Banyak pemain muda berbakat bermunculan yang selama ini tidak terpantau," katanya seperti dimuat MVoice.

Alasan PSSI menangguhkan peraturan adanya pemain U-23 di tiap klub Liga 1 karena para pemain muda sudah dipilih dan namanya didaftarkan ke AFC. Sehingga PSSI tidak lagi mencari pemain muda.

:Jadi tidak ada kesempatan pemain lain yang dimasukkan sehingga aturan U-23 tidak difungsikan sampai Sea Games 2017 ini usai,: lanjut IB.

Sebenarnya, dengan pemanggilan pemain muda dari tiap tim itu, kompetisi Liga 1 harus diberhentikan. Namun, masih kata IB, operator menilai pemberhentian KOMPETISI membuat tim juara tidak bisa didaftarkan untuk berkancah di level Asia, sehingga kompetisi tetap dilanjutkan dengan peraturan yang diubah.

"Operator kan mengejar waktu supaya juara Liga 1 bisa ikut AFC Cup. Saya kira pro-kontra itu biasa tapi karena regulasi sudah dibuat jadi ya dijalankan," tutupnya.[wid] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya