Berita

Xi Jinping/net

Dunia

Xi Jinping: Tidak Ada Ampun Bagi Yang Melawan Kekuatan China

SABTU, 01 JULI 2017 | 11:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden China, Xi Jinping, menegaskan bahwa dia tidak akan memberi toleransi atas pemberontakan terhadap kewenangan China di Hong Kong.

Ancaman itu dilontarkan Xi saat mengambil sumpah pemimpin Hong Kong perempuan pertama, Carrie Lam, sekaligus menghadiri peringatan 20 tahun kembalinya Hong Kong ke pangkuan China dari Inggris (Sabtu, 1/7).

"Setiap usaha untuk membahayakan kedaulatan dan keamanan China, menantang kekuatan pemerintah pusat, atau menggunakan Hong Kong untuk melakukan kegiatan infiltrasi dan sabotase melawan daratan, adalah tindakan yang melewati batas dan mutlak tidak diperbolehkan," kata Xi dalam pidatonya, diberitakan Reuters.


Xi, yang mengenakan jas gelap dan dasi merah bergaris-garis, berbicara di depan para tokoh pro-Beijing lebih dari 30 menit.

Xi mengisyaratkan bahwa pemerintah pusat mendukung pemerintah Hong Kong untuk memperkenalkan UU "keamanan nasional", sebuah isu kontroversial yang memicu demonstrasi setengah juta orang pada 2003 dan akhirnya memaksa Tung Chee-hwa, mantan pemimpin Hong Kong, untuk mengundurkan diri.

"Hong Kong perlu memperbaiki sistemnya untuk menegakkan kepentingan kedaulatan, keamanan dan pembangunan nasional, perlu meningkatkan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan sejarah dan budaya bangsa China," kata Xi.

Sementara Carrie Lam, yang dilantik bersama kabinetnya, berjanji, akan selalu dengan tegas mengambil tindakan sesuai dengan hukum, melawan tindakan yang akan merusak kepentingan kedaulatan, keamanan dan pembangunan negara.

Ribuan polisi Hong berjaga untuk mengamankan puncak peringatan 20 tahun penyerahan Hong Kong kembali ke China dari Inggris.

Peringatan diwarnai demonstrasi besar aktivis pro-demokrasi maupun pro-Beijing, yang sudah berlangsung sepanjang pekan ini.

Operasi keamanan besar-besaran dilakukan. Sebagian besar wilayah kota ditutup. Demikian dilaporkan BBC.

Jumat kemarin, demonstrasi berlangsung di dekat lokasi perjamuan perayaan di mana Xi Jinping menjadi tamu kehormatan. Para demonstran berkumpul dan menyerukan "akhiri kediktatoran satu partai". Pada hari itu juga, Xi hadir dalam parade militer yang dinilai terbesar di kota tersebut sejak diserahkan ke China pada tahun 1997.

Di antara aktivis pro-demokrasi hadir pemimpin dari kelompok "demonstrasi payung", Joshua Wong. Ia mengatakan kepada demonstran bahwa satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas gangguan publik adalah Xi Jinping.

Wong termasuk di antara 26 aktivis yang ditangkap pada hari Rabu lalu karena melanggar hukum gangguan publik setelah memanjat patung emas bunga bauhinia (lambang Hong Kong). Patung di depan pelabuhan kota itu merupakan hadiah dari China dan sebuah ikon yang melambangkan penyerahan daerah tersebut ke China.

Para demonstran, yang menuntut kebebasan politik yang lebih besar, juga menyerukan pembebasan tokoh oposisi China peraih Nobel yang sakit parah, Liu Xiaobo. Pada tahun 2011, pengadilan China menjatuhi Liu hukuman 11 tahun penjara karena dianggap menyulut subversi terhadap kekuasaan negara.

Ada kekhawatiran bahwa pemerintah pusat China merongrong tradisi liberal liberal Hong Kong, terlepas dari janjinya untuk memberikan otonomi tingkat tinggi berdasarkan prinsip "satu negara, dua sistem". [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Yayasan Trisakti Teken MoU Garap 80 Hektare Lahan Jagung Hibrida

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:58

TNI AL Perkuat Diplomasi Maritim dalam Agenda Tahunan RSIS

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:31

Segudang Harapan dari Inggris, Prancis dan Swiss

Minggu, 25 Januari 2026 | 01:13

Galeri Investasi FEB Unusia jadi Wadah Mahasiswa Melek Pasar Modal

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:45

Pesan Prabowo di WEF 2026 jadi Arah Baru Perdamaian Dunia

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:25

Bareskrim Bawa Banyak Dokumen Usai Geledah Kantor DSI

Minggu, 25 Januari 2026 | 00:00

Fenomena Kuil Pemujaan Jabatan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:40

PDIP Gelar Natal Nasional Bersama Warga Terdampak Bencana

Sabtu, 24 Januari 2026 | 23:18

Konsisten Budaya Keselamatan, Kunci PTPN IV PalmCo Catat 23 Juta Jam Zero Accident

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:57

Presiden Prabowo Kembali Tiba di Tanah Air Bawa Komitmen Investasi Rp90 Triliun

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:33

Selengkapnya