Berita

Publika

Memperbaiki Normalitas Pembangunan

SABTU, 01 JULI 2017 | 06:40 WIB

PEMERINTAH selama beberapa periode menghadapi tantangan ketidaknormalian distribusi hasil pembangunan. Ketidaknormalan yang menantang itu berupa keterlambatan. Kemudian solusi yang dilaksanakan adalah memperbaiki distribusi normalitas kecepatan pembangunan.

Soeharto memperbaiki pembangunan fisik dan non fisik di daratan, kemudian belakangan hari pembangunan udara dan kelautan terasa tertinggal. Habibie membangun industri pesawat terbang untuk memperbaiki kecepatan perhubungan antar pulau. Pesawat berkapasitas kecil dan lincah untuk memperbaiki mobilitas. Industri strategis diidolakannya. Abdurrahman Wahid mengembangkan perbaikan pembangunan kelembagaan dan struktur organisasi pemerintahan.

Megawati Soekarno Putri mengembangkan perbaikan sumberdaya manusia sebagai aktor penentu pembangunan. Metodanya adalah mempraktekkan suksesi menggunakan pemilihan secara langsung. Soesilo Bambang Yudhoyono mengembangkan perbaikan perencanaan pembangunan nasional mengunakan MP3EI untuk memperbaiki percepatan.


Joko Widodo lebih tertarik pada kecepatan pembangunan. Kecepatan menjadi dambaan. Sumber optimisme. Terpesona oleh kecepatan Bandung Bandawasa dalam membangun 1000 Candi berdurasi semalam. Itu sebelum ayam jantan berkokok untuk mencukupi syarat menikahi Roro Jonggrang. Membangun bendungan Tangkuban Perahu oleh Sangkuriang juga dalam kecepatan semalam. Waktu semalam tadi setara perjalanan percepatan manajemen proyek pembangunan nasional berdurasi 3 tahun. Berbatas waktu 5 tahun. Itu dilakukan, agar masa kontrak pemerintahan dapat diperpanjang ke putaran kedua.
    
Belakangan hari komitmen dengan saudara tua dari China dan pertemanan dengan negara-negara Barat, serta Jepang berjalan tidak sesuai dengan maksud durasi percepatan pembangunan infrastruktur 3 tahun. Utang dari Bank China menimbulkan masalah pada ketiga Bank BUMN. Pembangunan kereta api cepat Jakarta Bandung dan Papua tidak kunjung terwujud, dikalahkan oleh ayam jantan berkokok. Demikian pula pembangunan kereta api di Sulawesi dan terutama Kalimantan.

Yang berjalan adalah proyek yang sudah sangat lama terencana oleh pemerintahan terdahulu. Sasaran pembangunan listrik 35 juta watt sangat terlambat. Pengokohan holding dan super holding berjalan lambat. Membangun holdingisasi BUMN menggunakan celah tanpa persetujuan DPR mendapat resistensi. Resistensi terhadap fenomena ketidakjelasan akuntabilitas masalah penyusutan revaluasi asset BUMN layak ini ditindaklanjutkan.
   
Mengubah cakrawala horizon dari evolusi menjadi revolusioner tidak mudah. Kisah aktor Bandung Bandawasa dan Sangkuriang mensyaratkan kecukupan penerimaan harmonisasi pertemanan dengan sumberdaya manusia setanah air. Mengeliminasi rombongan ayam jantan berkokok dengan memenjarakan tokoh alumni Aksi 212 bukanlah solusi. 

Pemerintah perlu melanjutkan penumbuhkembangan budaya co-opetition secara lapang dada. Pemerintah perlu menaikkan dana peserta Calon Pilkada dan Pilres, serta Parpol untuk menurunkan rasio narapidana Kepala Daerah secara signifikan. Pendanaan gratis berdasarkan pengalaman negara yang PDB per kapita lebih tinggi dari Indonesia, juga berfungsi efektif mengurangi penggadaian perizinan sumberdaya alam dan monetisasi konsesi kontrak manajemen operasi untuk pemenangan suksesi.

Sugiyono Madelan

Peneliti INDEF, Dosen Universitas Mercu Buana

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya