Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Stigmasisasi

RABU, 28 JUNI 2017 | 07:34 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

JURUS stigmasisasi dilancarkan terhadap para warga yang akan digusur sebagai warga liar, kaum kriminal perampas tanah negara, pelacur, mucikari, pejudi, pengguna dan pengedar narkoba, penyebab banjir, biang kemacetan lalu lintas dan stigma buruk lain sebagainya.

Terkesan segenap stigmasisasi itu memang benar-benar perlu demi membenarkan penggusuran yang akan dilakukan terhadap warga atas nama pembangunan.

Berkat keberhasilan mempengaruhi opini publik (yang tidak tergusur) bahwa warga yang digusur memang hukumnya wajib sangat layak untuk digusur maka pihak penggusur dapat secara leluasa lahir batin melakukan penggusuran terhadap warga yang telah terstigmasisasi.


Naas nasib rakyat sudah digusur masih dihujat bukan cuma sebagai penghambat pembangunan namun juga sebagai warga liar seolah bukan manusia tetapi satwa.

Masih ditambah stigmasisasi sebagai kaum kriminal yang mengancam keamanan serta ketenteraman kehidupan masyarakat.

Membenarkan

Stigmasisasi memang manjur untuk membenarkan kebijakan-kebijakan yang sebenarnya tidak benar.

Misalnya jurus stigmasisasi pernah sukses dilakukan oleh Adolf Hitler terhadap kaum Yahudi sehingga Hitler didukung mayoritas rakyat Jerman dalam mewujudkan semangat membasmi habis kaum Yahudi di dalam maupun di luar kamp-kamp konsentrasi secara sangat mengerikan. Sampai masa kini masih ada pihak yang membenarkan pembantaian Hitler terhadap kaum Yahudi.

Jurus stigmasisasi Islam sebagai agama berbahaya didayagunakan demi memuluskan sepak terjang angkara murka kolonialisme Belanda menjajah pulau Jawa dan Sumatera.

Jurus stigmasisasi juga gilang gemilang sukses mendukung gerakan Revolusi Kebudayaan Republik Rakyat China menganiaya para seniman, budayawan, cendekiawan atau siapa saja yang distigmasisasi sebagai pengkhianat kebudayaan negara, bangsa dan rakyat China.

Agar tidak bisa main piano lagi , seorang sanak keluarga saya yang kebetulan seorang pianis berbakat dihancurkan jari jemari pada kedua tangannya dengan popor bedil oleh para pelaksana Revolusi Kebudayaan RRC!

Akibat warga keturunan China di pulau Bali distigmasisasi sebagai kaum komunis maka ayah kandung saya yang hanya seorang pengusaha biasa yang tidak paham komunis sebenarnya mahluk apa, terpaksa ikut jatuh sebagai korban pembantaian massal pada masa kemelut G-30-S . Sampai kini jenazah beliau belum diketemukan.

Kemanusiaan

Desa My Lai, Vietnam distigmasisasi sebagai markas besar Viet Cong maka pada tanggal 16 Maret 1968 serdadu Amerika Serikat ganas membantai ratusan warga sipil desa My Lai yang sama sekali tidak bersenjata. Para warga yang dibantai termasuk kaum perempuan dan anak-anak yang sebenarnya bukan Viet Cong.

Para ibu dan balita yang bermukim di kolong tol Kalijodo - Jakarta Utara sebenarnya bukan kriminal, pelacur atau pengguna apalagi pengedar narkoba namun harus ikut tergusur pada tanggal 13 Juni 2017 mulai pukul 23.30 Waktu Indonesia Barat.

Penggusuran dilakukan pada bulan suci Ramadhan sehingga para ibu dan balita tidak bisa menunaikan sahur akibat sama sekali tidak memiliki sesuap nasi dan seteguk air minum. [***]

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya