Berita

Jaya Suprana/net

Jaya Suprana

Halal Bi Halal Presiden Dengan GNPF MUI

SELASA, 27 JUNI 2017 | 12:38 WIB

PADA siang hari raya Idul Fitri 25 Juni 2017, setelah shalat ied kemudian berhalal-bi-halal dengan para pejabat tinggi dan masyarakat di Istana Merdeka lalu sowan ke Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden Jokowi kembali ke Istana Merdeka untuk menerima Tim 7 Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).

Ikut hadir dalam pertemuan tersebut, Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menag Lukman Hakim Saifuddin serta Ketua GNPF MUI, KH Bachtiar Nasir didampingi Waki Ketua GNPF MUI KH Zaitun Rasmin, Kapitra Ampera (Tim Advokasi GNPF MUI ), Yusuf Marta (Anggota Dewan Pembina ), Muhammad Lufti Hakim (Plt Sekretaris), Habib Muchsin (Imam FPI) dan Deni (Tim Advokasi GNPF MUI).

Semua peristiwa termasuk peristiwa pertemuan 256 di Istana Merdeka apabila dipandang dengan lensa politik dapat diyakini pasti menimbulkan pro dan kontra. Akibat tidak ingin melibatkan diri pada pro-kontra maka saya pribadi sebagai insan warga Indonesia yang awam politik memilih untuk memandang pertemuan 256 dengan lensa kebudayaan.


Salah satu mahakarya kebudayaan Indonesia adalah melengkapi perayaan Idul Fitri dengan apa yang disebut sebagai halal bi halal sebagai kesempatan bersilaturahmi antar sesama warga Indonesia demi saling menghargai, saling menghormati dan saling memaafkan.
Maka saya memandang peristiwa pertemuan 256 di Istana Merdeka sebagai peristiwa kebudayaan dalam bentuk halal bi bahal antara presiden Jokowi dengan para tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia menjalin silaturahmi demi saling saling menghargai, saling menghormati dan saling memaafkan.

Tidak ada manusia yang sempurna. Maka termasuk pula presiden Jokowi, para menteri, para tokoh GNPF MUI bahkan seluruh rakyat Indonesia adalah tidak sempurna maka dapat dipastikan pernah melakukan kekeliruan dan kesalahan dalam bersama menempuh perjalanan hidup sarat beban kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah ini.

Maka adalah indah bahwa presiden Jokowi didampingi Menpolhukam, Mensesneg dan Menag berkenan berjumpa dengan para tokoh GNPF MUI di Istana Negara pada hari raya Idul Fitri 25 Juni 2017 demi berhalal bi halal menjalin silaturahmi demi saling menghargai , menghormati dan memaafkan selaras dan sesuai Pancasila sebagai landasan falsafah bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Makin indah apabila Insya Allah segenap warga Indonesia berkenan melepaskan diri dari kepentingan ras, suku, etnis, sosial, ekonomi, budaya, golongan, politik, agama apalagi pribadi demi bersatupadu menghentikan angkara murka saling benci, curiga, hujat, fitnah untuk menjalin silaturahmi demi saling memahami, mengerti, menghargai dan menghormati dalam suasana Bhinneka Tunggal Ika.

Demi menjunjung tinggi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia, bukan sekadar sebagai slogan politik perebutan kekuasaan, namun benar-benar nyata diwujudkan menjadi sikap dan perilaku bekal perjuangan bangsa, negara dan rakyat Indonesia meraih cita-cita terluhur bangsa, negara dan rakyat Indonesia yaitu masyarakat aman, tenteram, adil dan makmur yang hidup bersama di sebuah negara yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja. Merdeka!

Penulis adalah warga Indonesia yang cinta Indonesia

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya