Berita

Jaya Suprana/net

Jaya Suprana

Halal Bi Halal Pemerintah Daerah Dengan Rakyat Tergusur

SENIN, 26 JUNI 2017 | 07:15 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PEMAKNAAN hari raya Idul Fitri bersifat konstruktif adalah menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk.

Silaturahmi dapat dijalin melalui pertemuan formal khas Indonesia yaitu Halal bi Halal.  Dari berbagai sumber, saya memetik pengetahuan mengenai Halal bi Halal.

Halal Bi Halal berakar pada bahasa Arab yang bermakna "yang halal dan yang halal", "yang boleh dan yang boleh", "saling melepaskan ikatan", atau "saling mencairkan hubungan yang membeku".


Halal Bi Halal merupakan acara saling maaf-memaafkan antar sesama umat Islam.  

Bila di Arab dan negara-negara Timur-Tengah, budaya saling maaf-memaafkan antar umat Islam dilakukan ketika menjelang puasa bulan Ramadhan; di Indonesia, tradisi maaf-memaafkan dilakukan setelah Ramadhan berakhir, yakni pada dan setelah perayaan Idul Fitri. Tradisi saling memaafkan ini biasanya diejawantahkan sebagai acara saling mengunjungi antar sesama warga Indonesia untuk saling meminta memaafkan.

Tradisi Halal bi Halal merupakan kesempatan silaturahmi demi  menjaga serta melestarikan hubungan antar sesama umat Islam bahkan juga sesama warga Indonesia tanpa batas suku, ras, sosial, ekonomi. budaya, agama. Halal bi Halal merupakan kesempatan menjalin rekonsiliasi nasional melalui jalur kebudayaan.

Halal bi Halal

Manusia mustahil sempurna maka mustahil tidak melakukan kesalahan. Idul Fitri dengan Halal bi Halal memberi kesempatan bagi umat Islam bahkan segenap masyarakat Indonesia melebur kesalahan diri dengan berbagi maaf tanpa sekat agama, ras, suku, sosial, ekonomi. Insya Allah, di masa lebaran kita masih mau dan mampu teringat bahwa tidak semua warga Indonesia beruntung dapat menikmati kebahagiaan lebaran.

Pada kenyataan masa kini, masih ada sesama warga Indonesia terpaksa hidup sengsara dalam pengungsian akibat tergusur atas nama pembangunan. Maka alangkah indahnya apabila pada masa Lebaran, Insya Allah, pemerintah daerah berkenan menyelenggarakan acara Halal bi Halal menjalin silaturahmi bersama sesama rakyat Indonesia yang sedang menderita akibat tergusur atas nama pembangunan di daerah masing-masing.

Saling memaafkan memang jauh lebih indah ketimbang saling menghina, saling menghujat, saling memfitnah, saling menyalahkan, saling mendendam apalagi saling menggusur.

Tentu makin indah , apabila setelah Halal bi Halal bersama rakyat tergusur, pihak pemerintah daerah berkenan menatalaksakan pembangunan infra struktur di daerah masing-masing dengan cara yang selaras, serasi dan sesuai hukum, hak asasi manusia, kontrak politik Ir Joko Widodo dengan rakyat miskin, Pancasila, UUD 1945 serta agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati segenap anggota PBB (termasuk Indonesia) sebagai pedoman pembangunan TANPA mengorbankan rakyat.

Selamat merayakan Idul Fitri, mohon maaf lahir-batin.  

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan 

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya