Berita

Jaya Suprana/net

Jaya Suprana

Selamat Merayakan Idul Fitri

MINGGU, 25 JUNI 2017 | 07:01 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MASYARAKAT Indonesia menyambut hari raya Idul Fitri sebagai hari kemenangan menaklukkan hawa nafsu secara semarak, meriah penuh kebahagiaan.

Lebaran

Menurut Suara Nahdlatul Ulama on line,  Hari Raya Idul Fitri merupakan puncak pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa.

Kata Id berdasar dari akar kata aada-yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo-yufthiru).  

Kata Id berdasar dari akar kata aada-yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo-yufthiru).  

Dalam bahasa Jawa, hari raya Idul Fitri disebut “lebaran”. Lebaran mengandung maksud lebar-lebur-luber-labur. Lebar artinya kita akan bisa lebaran dari kemaksiatan. Lebur artinya lebur dari dosa. Luber artinya luber dari pahala, luber dari keberkahan, luber dari rahmat Allah SWT. Labur artinya bersih sebab bagi orang yang benar-benar melaksanakan ibadah puasa, maka hati kita akan dilabur menjadi putih bersih kembali.

Kuliner

Hidangan khas lebaran adalah ketupat. Dalam bahasa Jawa ketupat diartikan sebagai "ngaku lepat" yaitu mengaku kesalahan. Bentuk segi empat ketupat mempunyai bermakna kiblat papat lima pancer yang berarti empat arah mata angin dengan satu pusat yaitu arah jalan hidup manusia. Ke mana pun arah ditempuh manusia tidak akan lepas dari pusatnya yaitu Allah SWT. 

Ke mana pun manusia menuju, pasti akan kembali kepada Allah. Kerumitan anyaman ketupat dari janur mencerminkan kehidupan manusia. Warna putih ketupat ketika dibelah melambangkan kebersihan setelah bermaaf-maafan. Butiran beras yang dibungkus dalam janur merupakan simbol kebersamaan dan kemakmuran.

Janur yang ada di ketupat berasal dari kata jaa-a al-nur bermakna telah datang cahaya atau janur adalah sejatine nur atau cahaya. Dalam arti lebih luas berarti keadaan suci manusia setelah mendapatkan pencerahan cahaya selama bulan Ramadan.

Makna santen yang ada di masakan ketupat adalah suwun pangapunten atau memohon maaf. Ketupat merupakan simbolisasi  kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan hal ini merupakan makna filosofis dari warna putih ketupat jika dibelah menjadi dua. Sedangkan, janur melambangkan manusia yang telah mendapatkan sinar ilahiah atau cahaya spiritual/cahaya jiwa.

Anyaman-anyaman diharapkan memberikan penguatan satu sama lain antara jasmani dan rohani. Pemaknaan hari raya Idul Fitri hendaknya bersifat positif seperti menjalin silaturrahmi sebagai sarana membebaskan diri dari dosa yang bertautan antar sesama makhluk.

Silaturahmi  khas Indonesia tidak hanya berbentuk pertemuan formal seperti Halalbihalal, namun juga bisa dengan cara menyambangi dari rumah ke rumah, saling duduk bercengkerama, saling mengenalkan dan mengikat kerabat.

Di masa kini silaturahmi sudah tidak mengenal batas dan waktu sebab bisa menggunakan jejaring media sosial seperti sms, WA, facebook, twitter, skype , email dan lain sebagainya.

Halalbihalal
Manusia mustahil sempurna maka mustahil tidak melakukan kesalahan. Idul Fitri dengan Halalbihalal memberi kesempatan bagi umat Islam bahkan segenap masyarakat Indonesia  melebur kesalahan diri dengan berbagi maaf tanpa sekat agama, ras, suku, sosial, ekonomi yang membatasi. Tradisi halalbihalal lazim dilaksanakan sampai sebulan setelah Lebaran. 

Bahkan pada hakikatnya adalah amat sangat indah apabila halalbihalal dilaksanakan setiap hari sepanjang masa selama manusia sadar bahwa diriya tidak sempurna maka pasti melakukan kesalahan namun tulus berhasrat saling memaafkan satu dengan lainnya. 

Apa pun alasannya jelas bahwa saling memaafkan pasti jauh lebih indah ketimbang saling menghina, saling menghujat, saling memfitnah dan saling menyalahkan seolah yang bisa berbuat salah hanya orang lain belaka seperti yang kini sedang merajalela di Tanah Air Udara tercinta kita bersama ini.  

Kepada yang terhormat para pembaca naskah sederhana yang dimuat atas budi baik kantor berita RMOL ini kami mengucapkan "Selamat merayakan hari raya Idul Fitri dan mohon maaf lahir batin".

Penulis adalah pembelajar hakikat makna Idul Fitri


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Pimpinan Baru OJK Perlu Perkuat Pengawasan Fintech Syariah

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:25

Barang Ilegal Lolos Lewat Blueray Cargo, Begini Alurnya

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:59

Legitimasi Adies Kadir sebagai Hakim MK Tidak Bisa Diganggu Gugat

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:36

Uang Dolar Hingga Emas Disita KPK dari OTT Pejabat Bea Cukai

Jumat, 06 Februari 2026 | 02:18

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:50

KPK Ultimatum Pemilik Blueray Cargo John Field Serahkan Diri

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:28

Ini Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025

Jumat, 06 Februari 2026 | 01:08

KPK Tetapkan 6 Tersangka OTT Pejabat Bea Cukai, 1 Masih Buron

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:45

Pengamat: Wibawa Negara Lahir dari Ketenangan Pemimpin

Jumat, 06 Februari 2026 | 00:24

Selengkapnya