Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Debat Punakawan

RABU, 21 JUNI 2017 | 06:57 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PETRUK mencari nafkah hidup sebagai seorang petani, Gareng seorang dokter, Bagong seorang insinyur sementara Sengkuni seorang politikus ulung.

Pada suatu hari, mereka berempat berdebat mengenai profesi mana di antara petani, dokter, insinyur dan politikus yang paling tua dalam sejarah peradaban umat manusia.

Akibat masing-masing merasa profesi dirinya yang paling tua maka mereka sepakat untuk bertanya kepada Semar mengenai profesi tertua dalam sejarah peradaan umat manusia.


Kepada Semar, Petruk menyombongkan diri: "Ketika Adam dan Hawa diusir ke luar dari Taman Firdaus, mereka harus mengolah lahan bumi untuk dapat makan roti bercampur tetesan keringat dari dahinya! Kegiatan itu adalah pertanian!".

Semar diam saja maka Dr. dr. Gareng sesumbar: "Tetapi ketika Adam masih di Taman Firdaus, Yang Maha Kuasa membius Adam lalu membedah dadanya, mengambil tulang rusuk untuk menciptakan Hawa! Itu pekerjaan seorang dokter spesialis!".

Tentu saja Dr.-Ing Bagong protes keras: "Sebelum mencipta manusia, pertama Yang Maha Kuasa memindahkan serta memisahkan langit, bumi dan lautan dari daratan! Itu tindakan rekayasa yang hanya bisa ditangani seorang insinyur profesional!".

Karena Semar tetap diam saja, maka giliran Ketua PK (Partai Kurawa) Sungkeni dengan tenang tapi menyakinkan melakukan sanggahan: "Semua keliru! Pada awal-mulanya alam semesta ini kacau-balau! Nah, kalian tentu tahu siapa biang-keladi kekacau-balauan itu?".

Langsung Semar nyeletuk. "Benar! Politikus adalah profesi tertua dalam sejarah peradaban umat manusia!".

Akibat jengkel atas keputusan Semar yang dianggap secara politis tidak adil, maka Petruk, Gareng, Bagong sepakat untuk menguji kemampuan Sengkuni sebagai seorang pelaku politik dengan sebuah pertanyaan mengenai apa beda Orde Baru dengan Orde Reformasi.

Dengan tenang, Sengkuni menjawab. "Di masa Orde Baru yang terjadi adalah penindasan oleh sesama manusia terhadap sesama manusia!".

Petruk, Gareng, Bagong langsung merangsek. "Lalu apa yang terjadi pada masa Orde Reformasi?".

Sengkuni tegas menjawab. "Sebaliknya!".

Petruk, Gareng, Bagong bingung. "Apa maksudmu?".

Sengkuni langsung nge-sok berkomentar ilmu politik akademis. "Jika di masa Orde Baru yang terjadi adalah penindasan oleh sesama manusia terhadap sesama manusia, maka di masa Orde Reformasi yang terjadi adalah sebaliknya yaitu penindasan terhadap sesama manusia oleh sesama manusia!". [***]

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Humorologi

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya