Berita

Politik

Pemerintah Tak Bisa Sendirian Dalam Membina Anak-Anak Kurang Mampu

Santunan Warga Binaan Yayasan Uswatun Hasanah
SENIN, 19 JUNI 2017 | 05:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sejumlah tokoh menghadiri kegiatan pemberian santunan kepada keluarga binaan Panti Asuhan Uswatun Hasanah di Jalan Cendrawasih Raya, Cengkareng, Jakarta Barat (Minggu, 18/6). Para tokoh dari unsur pemerintah, pemerhati anak, habib dan ulama, ikut hadir bersama 1.500 mustahiq dan 480 anak yang mendapat santunan.

Seperti Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI, Nahar; Komisioner KPAI, Jasra Putra; Ketua Majelis Nurul Musthofa, Habib Hasan bin Ja’far Assegaf; dan tuan rumah Ketua Yayasan Uswatun Hasanah, Muhammad Siddik.

Dalam kesempatan itu, Siddik menjelaskan kegiatan santunan ini terlaksana berkat bantuan dan sumbangsih para donatur dari berbagai latar belakang. Santunan kali ini memasuki yang ke-23.


"Inilah kekuatan kita sebagai bangsa untuk peduli sesama saudaranya dan itu dimulai dari tetangga terdekatnya. Mari jaga silaturahmi sesama anak bangsa dan saya mengajak untuk sering duduk bareng memikirkan nasib saudara saudara kita yang kekurangan," ucapnya.

Anak yang bermukin di panti asuhan tersebut berjumlah 36. Sementara 325 anak tinggal bersama keluarga. Pihak menyelenggarakan pendidikan mulai SD sampai SMA. Setiap tahun santunan diselenggarakan. Anak-anak tersebut, khususnya yang tinggal di panti, diwajibkan menghafal Al Quran.

Bagi Nahar, dirinya sangat bersyukur bisa menghadiri kegiatan tersebut. Bahkan itu menjadi momen langka baginya, karena bisa berkumpul bersama habaib, pemerhati anak dalam rangka memperhatikan kondisi anak anak rawan terlantar.

"Ini adalah bagian bersama dalam pelaksanaan mandat konstitusi fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara. Pemerintah tidak bisa sendirian butuh dukungan banyak pihak," ucapnya.

Demikian dengan Jasra Putra. Menurutnya, komitmen luar biasa dalam memberikan perhatian kepada anak-anak perlu terus dilakukan dan ditingkatkan. Anak-anak tersebut harus dibina terlebih tantangan yang akan mereka hadapi kelak semakin keras.

"Semoga santunan bagi anak yatim ini bisa memberikan inspirasi bagi lembaga atau perusahaan lain agar melakukan hal yang sama. Sehingga anak Indonesia bisa bergembira dan tersenyum menyambut datangnya hari kemenangan Idul Fitri yang jatuh beberapa hari lagi," ujar Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini.

Secara khusus dia memberikan apresiasi kepada Habib Hasan yang begitu dielukan anak-anak. "Saya lihat semua anak berebut salaman, kalah saya. Bahwa para Habib idola anak-anak di Cengkareng," tandasnya. [zul]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya