Berita

Politik

Relawan Jokowi Kecam Sikap PBNU Yang Minta Mendikbud Diganti

SABTU, 17 JUNI 2017 | 04:59 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sikap yang dikeluarkan atas nama PBNU untuk meminta Presiden Joko Widodo mengganti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi merupakan tindakan tercela dan memalukan. Pasalnya, sikap ini dinilai akan menimbulkan kegaduhan baru antar ormas Islam.

Begitu kata Koordinator Koalisi Relawan Jokowi-JK, Amirullah Hidayat dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Jumat (16/6).

"Muhadjir Effendi adalah tokoh Muhammadiyah, kalau sudah terjadi kegaduhan antar Muhammadiyah dan NU, maka akan membuat kegaduan bangsa. Ini sangat merugikan bangsa dan negara sebab dua ormas besar ini juga punya pengikut yang kuat di seluruh Indonesia," ujarnya.


Oleh karena itu, Amir meminta kepada Ketua Umum PB NU KH Aqil Siradj untuk mengambil tindakan tegas kepada orang yang mengatasnamakan PBNU. Sebab, jika ini dibiarkan bisa membuat hubungan mesra Muhammadiyah dan NU dalam mengawal bangsa rusak.

"Bisa saja tindakan ini akan dibalas oleh kader Muhammadiyah dengan meminta kepada presiden untuk mengganti semua kader NU yang menjadi menteri karena selama memimpin kementerian kinerjanya sangat buruk dan lain-lain. Nah seperti ini tidak boleh terjadi," katanya.

"Apalagi hubungan Muhammadiyah-NU sejak dilahirkan sangat harmonis. Kalau ini terjadi, maka sangat merugikan Islam sendiri," sambung Amir.

Sementara itu, kepada para kader Muhammadiyah, Amir mengimbau untuk tidak terpancing melakukan tindakan apapun terhadap pernyataan yang mengatasnamakan PBNU itu. Sebab hak dan wewenang pergantian menteri sepenuhnya ada di tangan presiden.

"Kita ketahui bahwa presiden Jokowi punya hubungan mesra dan emosional dengan Muhammadiyah, sehingga kita yakin Mendikbud akan tetap dipertahankan, apalagi kinerja Mendikbud sangat baik. Terutama pencapaian pendidikan di anak bangsa sangat berhasil," pungka wakil sekretaris Majelis Pelayanan Sosial Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melalui Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdatul Ulama (LP Ma'arif NU) Arifin Junaidi berencana mengirim surat kepada Presiden Jokowi untuk memberhentikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi. Alasannya, Menteri Muhadjir disebut membuat kegaduhan baru dengan menerbitkan kebijakan Sekolah 5 Hari.

"Kami akan kirim surat ke presiden. Karena Mendikbud bikin gaduh, minta diganti," ucap Arifin di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/6). [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya