Berita

Foto/Net

Politik

PP Muhammadiyah Tegas Dukung Kebijakan Sekolah 5 Hari

SABTU, 17 JUNI 2017 | 01:51 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembangunan sumber daya manusia merupakan pondasi dalam melaksanakan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, untuk menuju Generasi Emas 2045, siswa harus dibekali keterampilan abad 21 yang meliputi karakter yang berkualitas, literasi dasar dan kompetensi 4C (critical thinking, creativity, communication, and colaboration). Hal ini perlu dilakukan untuk membekali siswa menghadapi kondisi degradasi moral, etika, dan budi pekerti.

Begitu kata Ketua Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Baedhowi menanggapi kebijakan lima hari sekolah yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam keterangan resminya, Jumat (16/6).

Menurutnya, gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM)


Atas alasan itu juga, Baedhowi menyebut bahwa pelaksanaan 5 hari sekolah sebagaimana diatur dalam Permendikbud 23/2017 sejatinya bertujuan untuk penguatan nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Pelaksanaanya meliputi kegiatan pembiasaan yakni memulai hari dengan Upacara Bendera (Senin), Apel, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu Nasional, dan berdoa bersama, kegiatan literasi. Kemudian ada kegiatan intra-kurikuler atau kegiatan belajar-mengajar.

"Sementara kegiatan ko-kurikuler dan ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai minat dan bakat siswa yang dilakukan di bawah bimbingan guru/pelatih/melibatkan orang tua & masyarakat. Kegiatannya meliputi kegiatan keagamaan, pramuka, PMR, paskibra, kesenian, bahasa dan sastra, KIR, jurnalistik, olahraga, dan sebagainya," ujar Baedhowi.

Kegiatan-kegiatan pembiasaan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler merupakan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan Penguatan Pendidikan Karakter, literasi dasar dan kompetensi 4C bagi warga bangsa melalui sekolah dan sumber belajar lainnya.

Kata Baedhowi, pelibatan sumber belajar selain sekolah dalam kegiatan Hari Sekolah selama 40 jam selama 5 hari seminggu, akan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan pendidikan secara lebih luas dengan mengedepankan kearifan lokal yang dimiliki oleh sumber belajar lainnya

"Berdasarkan pengalaman di atas, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendukung kebijakan 5 Hari Sekolah sesuai dengan Permendikbud No. 23 tahun 2017 yang dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kesiapan sekolah masing-masing yang hal ini sesuai dengan prinsip School Based Managemen (Manajemen Berbasis Sekolah)," tegasnya.

“Kepada seluruh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) perlu mendorong sekolah-sekolah untuk melaksanakan 5 hari sekolah sesuai dengan kesiapannya dan dapat dilakukan secara bertahap,” tutup Baedowi. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Herman Deru Perintahkan Jalinsum Diperbaiki Usai Tragedi Bus ALS

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:22

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Pemakzulan Trump Mencoreng Citra Demokrasi Barat

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:01

Politik Mesias Digital

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:27

Saksi Sidang di PN Jakbar Dikejar-kejar hingga Diduga Dianiaya

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:06

Pendidikan Bukan Komoditas Ekonomi

Minggu, 10 Mei 2026 | 00:03

Korban Kecelakaan Bus ALS Jadi 18 Orang

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:32

Kritik Amien Rais Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:14

Selengkapnya