Berita

Hukum

Ruang Kerja Aspidsus Kejati Bengkulu Ikut Disegel KPK

SABTU, 10 JUNI 2017 | 00:42 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruangan Aspidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Henri Nainggolan pasca dicokoknya Kasie III Intel Kejati Bengkulu, Parlin Purba, Pejabat Pembuat Komitmen Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra VII Amin Anwari, dan Direktur PT Mokomoko Putra Selatan Majunto (PT MPSM) Murni Suhardi.

Henri diduga ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK di sebuah restoran di daerah Bengkulu, Jumat (9/6) dini hari. Hal ini jugalah yang menjadi alasan KPK menyegel ruang kerja Henri. Namun, KPK tidak meningkatkan status Henri menjadi tersangka seperti Parlin, Amin dan Murni.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjelaskan tidak ditingkatkannya status Henri sebagai tersangka lantaran penyidik masih melakukan pendalaman mengenai keterlibatan Henri dalam penyidikan dugaan suap penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan irigasi pada BWS Sumatera VII Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2015 dan 2016 yang ditangani Kejati Bengkulu.


Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menambahan, pengembagan penyidikan tak hanya tertuju kepada ke Henri melainkan merembet ke jaksa lain di Kejati Bengkulu.

"Apakah ada keterlibatan jaksa-jaksa yang lain akan didalami penyidik KPK," ujar Alexander di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (9/6).

Selain ruangan Henri, penyidik juga menyegel ruang kerja Parlin, ruangan Kepala BWS Sumatera VII Bengkulu, Abustian, KaSubbag Tata Usaha BWS Sumatra VII Bengkulu, Deky Agusprawira serta ruangan Amin Anwari.

Menurut Basaria, penyidik KPK bakal menggeledah ruangan tersebut untuk mencari barang bukti dan jejak tersangka lainnya.

KPK telah menetapkan Parlin Purba, Amin Anwari, serta Murni Suhardi sebagai tersangka. Ketiganya merupakan pihak yang dicokok KPK dalam OTT. Amin dan Murni ditangkap saat menyerahkan yang sebesar Rp 10 juta kepada Parlin. Sebelumnya, Parlin diduga telah menerima uang sebesar Rp150 juta dari keduanya. [ian]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya