Berita

Novel Baswedan/net

Hukum

Polisi: Tidak Ada Sidik Jari Penyerang Novel Di Cangkir

JUMAT, 09 JUNI 2017 | 16:59 WIB | LAPORAN:

Polisi mengaku tidak menemukan banyak petunjuk dalam pengusutan kasus serangan terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Aparat Polda Metro Jaya terus mengeluhkan kesulitan menemukan pelaku penyerangan dengan air keras yang terjadi 11 April lalu itu. Padahal, mengaku sudah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan saksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, menjelaskan, aparat tidak menemukan sidik jari pada cangkir yang diduga digunakan pelaku untuk melemparkan air keras.


"Ya, memang tidak ada sidik jari, masa kita memaksakan?" kata Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/6).

Menurut Argo, alat bukti cangkir sudah diuji di laboratorium forensik (Labfor) Polri, baik saat kondisi cangkir kering maupun basah.

"Itu menurut labfor ya. Kalau cangkir kena itu (air keras) kan basah. Itu labfor yang ngomong. Jadi sudah dikeringkan juga enggak kelihatan (sidik jari pelaku)," ucapnya.

Wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April lalu. Kejadiannya saat Novel berjalan pulang usai salat subuh di masjid dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pelaku diduga sebanyak dua orang dan mengendarai sepeda motor. Novel sendiri masih menjalani perawatan rumah sakit Singapura sampai sekarang. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya