Berita

Publika

Pak Jokowi, Bagaimana Kesehjateraan Kami?

JUMAT, 09 JUNI 2017 | 08:04 WIB

SECERCAH harapan dimunculkan tatkala Bapak mencalonkan diri menjadi Presiden RI yang ke-7. Disaat masa kampanye kemarin, banyak baliho yang tersebar di seluruh Indonesia menjelaskan tentang detail harga pakaian yang bapak gunakan dari mulai baju, celana dan sepatu yang seolah mencerminkan bapak adalah orang sederhana dan merakyat. Kami pun bertanya, apa manfaatnya untuk kesehjateraan kami?

Ketika KPU mengumumkan bahwa Bapak terpilih menjadi Presiden RI ke-7, segala macam citra baik pun Bapak tampilkan dari mulai perampingan kabinet hingga kebijakan ngawur dari kementerian bapak yang sok sederhana (padahal amburadul) dengan mengatakan tak boleh rapat instansi pemerintah menggunakan hotel dan lain sebagainya hingga pada akhirnya hanya tinggal pencitraan saja. Pertanyaan berikutnya, apa manfaatnya bagi kesehjateraan kami?

Masalah berikutnya adalah saat Bapak berjanji takkan menaikkan harga BBM dan TDL, kami tidak melihat keberpihakan Bapak bersama masyarakat dan slogan wong cilik yang Bapak gunakan, seolah hampa begitu saja. Sederet angka-angka bapak pertontonkan untuk meyakinkan kami bahwa BBM dan TDL harus naik karena beban subsidi negara sudah tak mampu lagi menanggungnya.


Pertanyaannya, kenapa harus rakyat kecil yang menanggung, bukankah banyak pengusaha konglomerat yang begitu lacur dan culas dalam menggunakan BBM dan Listrik? Lalu, apa manfaat kenaikan BBM dan TDL untuk kesehjateraan kami?

Setelah Vapak terpilih menjadi Presiden dan meninggalkan jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta, terjadi penggusuran disana-sini dengan alasan jalur hijau, taman kota dan lain sebagainya. Bukankah masyarakat DKI Jakarta juga menjadi bagian dari tanggung jawab bapak sepenuhnya karena bapak pernah menjadi Gubernur di wilayah tersebut. Lalu apa hubungan antara penggusuran dengan kesehjateraan kami?

Saat Bapak berjanji bahwa dengan kenaikan BBM dan TDL dapat mengurangi beban anggaran negara, malah justru yang ada perekonomian Indonesia makin terjun bebas. Lalu kebijakan Tax Amnesty pun Bapak luncurkan yang nyatanya juga tak mampu mendongkrak kondisi ekonomi negara.

Berdalih mau hemat menggunakan APBN, dana haji-pun bapak lirik untuk pembangunan infrastruktur yang mangkrak? Apa hubungan dana haji dengan infrastruktur negara, bukankah dana haji hanya boleh digunakan untuk kepentingan jamaah haji? Pertanyannya, bagaimana dengan peningkatan kesehjateraan kami?

Kami tak butuh berita tentang Bapak belanja di pasar tanpa pengawalan. Kami tak butuh berita yang mengatakan Bapak rajin sholat meski dimanapun berada karena itu sudah kewajiban bagi seorang Muslim. Kami tak butuh berita tentang mobil dinas kepresidenan yang rusak sehingga bapak harus naik ojek.

Kami-pun tak butuh berita tentang Unit Kerja Pembinaan Pancasila karena sehebat apapun ideologi negara jika pemimpinnya tak mampu mensehjaterakan rakyat serta berlaku adil, semuanya akan sirna. Yang kami butuhkan adalah bagaimana tanggung jawab bapak tentang kesehjateraan kami (rakyat Indonesia). [***]

M. Abrar Parinduri

(Dosen PTIS Sumut)

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya