Berita

Foto; Repro

Politik

Pertemuan Borobudur

RABU, 07 JUNI 2017 | 12:03 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

BEBERAPA waktu lalu, foto Lieus Sungkharisma ikut pawai obor beredar di sosial-media. Jadi rame setelah Lukas bikin statemen. Dia tulis, "Monyet lagi bawa obor kerusuhan".

Kepala Suku Muslim Tionghoa (MUSTI), Jusuf Hamka naik pitam.

Sejumlah mujahid menyatakan hendak mendatangi kantor PSMTI. Lieus bilang nggak usah. Tengah malam, dia langsung meluncur ke Mapolda Metro Jaya. Bikin LP. Lukas dijerat dengan pasal 310 dan 311 KUHP, Pasal 27 dan 45 UU ITE.


Para pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bereaksi. Lukas menyatakan berhenti sebagai anggota PSMTI. Trenggono, teman Ketua PSMTI, menelepon dan minta tolong Tommy Winata menjadi mediator sekaligus fasilitator perdamaian.

Tommy Winata menghubungi Jusuf Hamka supaya mendatangkan Lieus Sungkharisma. Tanggal 05 Juni 2017, jam 8 malam, di kantor Tommy Winata, agenda pertemuan antara PSMTI dan Lieus Sungkharisma dilaksanakan. Saya diajak hadir.

Lieus Sungkharisma bilang, "Gua sih nggak tersinggung dibilang monyet. Mestinya gorila. Mana ada monyet beratnya cepe kilo kaya gua."

Intinya, Lieus nggak masalah secara pribadi. Sama seperti Jusuf Hamka, menurut Lieus, soal istilah "obor kerusuhan" bisa memicu konflik horisontal. Dalam tulisan, "Destruksi Nation Building", saya bilang kelakuan Lukas merusak proses nation and character building.

Lukas minta maaf. Dia menyatakan 'just kidding' dengan statement-nya. Dia nggak nyangka komen usilnya bisa tersebar dan sampe ke Lieus Sungkharisma.

Jusuf Hamka bilang bahwa baginya, obor sama dengan lilin bagi umat kristen. Pawai obor dilakukan dalam rangka menyambut bulan ramadhan. Bukan mau rusuh. Jadi, hendaknya Lukas bisa berhati-hati dengan ucapannya.

Proses hukum atas statement Lukas masih bergulir. Jusuf Hamka diminta jadi juru-runding. Di beberapa WAG, "Foto Pertemuan" ini lantas dipelintir oleh oknum keji sebagai "rapat 9 Naga".[***]

Penulis Merupakan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Prabowo-Pramono Pasangan Kuat Luar Dalam

Sabtu, 04 April 2026 | 06:08

Ancaman Cuaca Ekstrem dan Air Bersih Warga

Sabtu, 04 April 2026 | 05:40

Batas ‘Scroll’ Anak

Sabtu, 04 April 2026 | 05:14

Jangan Keliru Pahami Langkah Prabowo soal Kunjungan ke Luar Negeri

Sabtu, 04 April 2026 | 05:12

Vicky Mundur dari Polisi, Kasus yang Ditangani juga Ikutan Mundur

Sabtu, 04 April 2026 | 04:38

Satu Orang Tewas Imbas Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang

Sabtu, 04 April 2026 | 04:03

Negara Harus Tegas atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI

Sabtu, 04 April 2026 | 04:00

Mobil Tertimpa Pohon Tumbang di Bandung, Sopir Tewas

Sabtu, 04 April 2026 | 03:38

IAW Peringatkan Potensi Kebocoran Lebih Besar di Bea Cukai

Sabtu, 04 April 2026 | 03:26

Dedi Mulyadi Lunasi Tunggakan Gaji Pegawai Bandung Zoo

Sabtu, 04 April 2026 | 03:03

Selengkapnya